Thursday, May 31, 2018

Yang Anda Harus Ketahui..Yang Terjadi Pada Anak di Fase Cermin (Mirror Stage)

Ini Yang Akan Terjadi Pada Anak di Fase Cermin (Mirror Stage)


                                                 Gambar Fase Cermin Pada Anak

Yang Terjadi Pada Anak di Fase Cermin (Mirror Stage)

Mirror stage atau fase cermin adalah satu psikoanalisis yang di ciptakan oleh Jacques Lacan, psikoanalis populer asal Prancis. Dalam pemikiran psikoanalisisnya, Lacan menuturkan bebrapa step perubahan manusia yang ia tuang dalam essai berjudul Le Stade du Miroir. Fase cermin adalah fase yang berlangsung ketika bayi berusia 6-18 bln.. Fase cermin ini tawarkan satu analisa pada orang-tua yang dalam beberapa hal lengkapi analisa pada perubahan seseorang bayi. 
Pada fase cermin, saat bayi lihat bayangannya yang dipantulkan oleh cermin, ia juga akan lihat serta mengetahui dianya. Ia mulai membedakan diri dari beberapa orang di sekelilingnya, umpamanya dengan memisahkan diri dari ibunya. Ia juga berasumsi kalau dianya adalah satu kesatuan yang utuh. Lewat pandangan itu, ia juga membedakan dianya dari orang yang lain. Ia berasumsi kalau dianya baik, yakni diri yang utuh tanpa ada kekurangan apa pun. Dari pantulan itu, ia membuat “diri”-nya atau “ego”. Walau demikian, sesungguhnya yang diliatnya adalah citra atau image yg tidak lebih dari sebatas pantulan saja. 
Citra itu tidak riil. Ketika itu, bayi alami méconnaissance, yakni kekeliruan dalam pengenalan diri. Citra prima serta utuh yang dipertunjukkan cermin tidak sempat searah dengan kondisi individu yang sesungguhnya. Oleh karenanya, step itu dikenal juga jadi fase imajiner. Fase cermin ini adalah satu diantara fase dari semua fase perubahan manusia, dimana menurut Lacan, dalam perubahannya menuju “dewasa”, seseorang manusia juga akan lewat tiga fase, yakni : 

Yang Terjadi Pada Anak di Fase Cermin (Mirror Stage)

1.Fase nyataTahap riil yaitu bagian yang berkaitan dengan fase keperluan. Seseorang manusia, dalam hal semacam ini bayi umur 0-6 bln., tidak bisa dipisahkan dari ibunya. Bayi berasumsi tak ada ketidaksamaan pada dianya serta ibunya karna ia belum juga memiliki rencana atau pemahaman juga akan badannya sendiri. Seseorang bayi dikendalikan oleh bebrapa keperluan yang dapat dipenuhi serta dipuaskan oleh objek. Jadi contoh, saat bayi memerlukan makanan, ia memperoleh susu dari payudara atau botol susu. Saat bayi memerlukan kenyamanan serta keamanan, ia memperoleh pelukan. Dalam fase ini, tak ada keperluan bayi yg tidak bisa dipuaskan. Bayi tidak mengetahui ketidaksamaan pada dianya serta objek pemuas kebutuhannya karna mereka dipandang entitas yang satu. Ia tidak mengetahui kalau satu objek, seperti payudara, adalah sisi dari objek beda (dalam hal semacam ini yaitu ibu) karna ia belum juga mempunyai rencana apa pun mengenai subyek (sendiri) serta objek (orang yang lain). 

2.Fase imajinerFase imajiner berikut yang dikatakan sebagai fase cermin atau mirror stage, yang berlangsung saat bayi berumur 6-18 bln.. Pada bagian ini, bayi mulai mengetahui ada rencana subyek serta objek meskipun belum juga sepenuhnya. Ia berasumsi ada ‘aku’ beda dalam dianya, ia mengerti kalau diluar dianya ada benda-benda yang bukanlah sisi dari dianya, serta kalau dianya terpisah dari benda-benda itu. Kesadaran juga akan keterpisahan itu membuat kekhawatiran serta perasaan kehilangan. Hal semacam ini buat bayi menginginkan kembali pada perasaan awal yang sempat ia rasakan di fase riil. Bayi yang awalannya mempunyai keperluan saat ini berubah jadi mempunyai keinginan. Namun, keinginan itu tidak sempat terpuaskan oleh objek. Saat bercermin, bayi lihat citraannya, lalu lihat objek yang ada, dalam hal semacam ini yaitu ibu, serta kembali ke citraan cermin. Lalu sang ibu menyebutkan kalau citraan itu yaitu ‘aku’ pada diri bayi hingga sang bayi berasumsi kalau apa yang diliatnya di cermin yaitu ‘aku’. Namun, sebenarnya itu tidaklah dianya, tetapi cuma satu citra. Hal semacam ini yang dimaksud oleh Lacan jadi satu identifikasi yang disebut kesalahpahaman (méconnaissance). Berikut yang mengakibatkan kenapa Lacan mengatakan bagian cermin, yang dihubungkan jadi bagian keinginan, jadi fase imajiner. Di fase ini, rencana mengenai ‘diri’ mulai di ciptakan lewat identifikasi Imajiner dengan citra di cermin. Citraan cermin yang salah dipersepsi oleh bayi jadi dianya dikatakan sebagai ‘Je-idéal’ (satu ‘diri’ utuh prima yang sekalipun tidak mempunyai kekurangan). Je-idéal ini lalu terinternalisasi dalam diri sang bayi. 

3.Fase simbolikPada bagian setelah itu, sang bayi mulai masuk fase simbolik yang diikuti oleh ada rencana keinginan serta pengenalan pada bhs. Lokasi simbolik adalah susunan bhs serta sosial yang perlu dimasuki oleh bayi supaya jadi subyek yang bicara untuk menyebutkan ‘aku’. Bhs pada step ini adalah bentuk pemenuhan dari ketiadaan juga akan suatu hal. Bayi yang ada pada fase ini memakai bhs untuk mengidentifikasi serta berkomunikasi manfaat penuhi keinginannya. Pada bagian ini, bayi telah berkembang serta mengetahui rencana subyek serta objek dengan utuh. Dalam bagian ini juga, yang dikatakan sebagai fase oedipal, sang bayi mulai mengetahui serta menuntut pemenuhan atas apa yang dikatakan sebagai keinginan. 
Namun, hal itu akan tidak sempat dapat tercukupi karna ada beberapa hal yang menghambat pemenuhan keinginan itu. Bayi mesti ikuti sebagian ketentuan yang di buat oleh objek. Diluar itu, bayi yang pada step terlebih dulu cuma mengerti ada keterpisahan dengan sang ibu, pada step ini ia mulai mengerti kalau ada beberapa hal yang memisahkan dianya dengan ibunya.

No comments:

Post a Comment