Thursday, July 26, 2018

Bikin Merinding, Trend Tato Paling baru yang Buat Orang Rela Disayat Sampai Berdarah Darah

Bikin Merinding, Trend Tato Paling baru yang Buat Orang Rela Disayat Sampai Berdarah Darah - Tato memakai tinta kelihatannya telah dipandang umum buat sebagian orang. Penggemar seni melukis badan mempunyai langkah baru untuk mengekspresikan diri mereka. Yaitu dengan menyanyat kulit untuk tampilkan gambar di bagian badan yang diinginkan. Tato type baru yang dinyatakan ilegal di beberapa negara ini juga jadi trend di kelompok penggemar modifikasi badan. 

Bikin Merinding, Trend Tato Paling baru yang Buat Orang Rela Disayat Sampai Berdarah Darah

Prosedur itu jadikan bentuk pengorbanan buat beberapa penggemar modifikasi badan yang hoby mengaplikasikan tindikan dan tato dengan cara berlebihan. Praktik ini di inspirasi dari ritual pengorbanan diri yang kerap dikerjakan suku-suku di Afrika, Papua Nugini, atau Selandia Baru. Umumnya beberapa anggota merelakan diri untuk terluka menjadi bentuk dedikasi baik untuk sesama maupun Tuhan yang disembah. 

Gambar yang tampak pada kulit dilukis lewat cara seperti dipahat. Menurut website Tattoodo, praktek ini menyertakan pisau yang telah disterilkan. Prosedur selebihnya kira-kira sama juga dengan tato umum yang memakai jarum. Pertama sisi badan yang ingin dilukis dibikin bersih lalu digambarkan design tatonya. Kemudian motif itu dibuat lewat cara menyayat kulit sisi sangat luar. 

Beberapa dari Anda mungkin saja memandang bila tato type ini akan merasa begitu menyakitkan. Akan tetapi beberapa orang yang telah menjalaninya tidak terasa demikian. Diktuip dari website Mirror, mereka justru mengatakan bila prosedur itu tidak lebih menyiksa daripada tato konvensional. 

Meskipun demikian, prosedur ini tidak dianjurkan karena kemungkinan kesehatannya lebih beresiko. Karena kulit dilewatkan terbuka, dikuatirkan bakteri serta virus akan ringan masuk. Aksi itu dapat juga menyebabkan penyakit beresiko, seperti Hepatitis sampai HIV. 

“Karena praktik modifikasi badan spesifik tembus kulit serta membran lendir lewat pemotongan, pembakaran serta piercing ada penambahan resiko luka, pendarahan serta trauma psikologis dan paparan serta infeksi virus yang menyebar lewat pertukaran darah seperti hepatitis B, hepatitis C serta HIV, ” tutur David Jensen diambil dari website National Post. 

Di negara barat, seperti Inggris banyak studio tato yang bersedia lakukan prosedur ini. Melukis badan dengan menyanyat kulit juga makin popular karena sosial media. Popularitas trend menyeramkan itu beritanya banyak didapati di beberapa negara dengan peminat modifikasi badan paling banyak, diantaranya Kanada.

No comments:

Post a Comment