Monday, July 30, 2018

Hampir 100% Masyarakat Inggris Terganggu Waktu Ada Karyawan yang Flu Masih Masuk Kerja

Hampir 100% Masyarakat Inggris Terganggu Waktu Ada Karyawan yang Flu Masih Masuk Kerja Saat diserang flu atau pilek, sejumlah besar karyawan umumnya pilih masih masuk kerja untuk tunjukkan perform serta dedikasinya. Akan tetapi berlainan dengan di Inggris, karyawan yang sakit malah tidak diinginkan pergi ke kantor serta semakin lebih baik bila mereka diam didalam rumah saja. 

Hampir 100% Masyarakat Inggris Terganggu Waktu Ada Karyawan yang Flu Masih Masuk Kerja

Studi yang dikerjakan Otrivine, suatu produk spesial untuk menangani masalah hidung serta aliran pernafasan tunjukkan jika 90 % orang lebih menginginkan rekanan kerjanya yang sakit untuk bekerja didalam rumah atau istirahat keseluruhan daripada ke kantor. Alasannya bukan sebatas simpati, tetapi takut menyebar ke karyawan yang lain. 

Hasil dari studi tersingkap jika 52 % orang yang diserang flu tidak tutup mulut mereka saat batuk atau bersin. Rutinitas mengisap atau mengelap cairan hidung dengan lengan waktu pilek juga dipandang menjijikan serta mengganggu buat 44 % orang. Itu penyebabnya kenapa banyak masyarakat Inggris tidak senang karyawan yang sakit masuk kantor. 

Beberapa karyawan yang pilek atau flu bukannya tidak sadar kalaupun tingkah laku mereka sudah mengganggu karyawan yang lain. Sekurang-kurangnya ada 46 % pekerja mengakui senang bersin serta batuk tanpa menutupi mulut dan hidung mereka. Sekitar 31 % pekerja restoran juga mengakui kalaupun mereka senang batuk tanpa tertutupi serta 28 % menggosoki hidungnya dengan tangan telanjang. 

Ini delapan tingkah laku karyawan yang sangat mengganggu saat flu yang didapat survey Otrivine, diambil dari Female First. 

1. Tidak menutupi mulut saat batuk (52%) 
2. Mengisap cairan hidung (44%) 
3. Mengelap hidung memakai lengan pakaian (44%) 
4. Bersin (41%) 
5. Tisue kotor (40%) 
6. Cairang hidung yang mengalir (31%) 
7. Keluarkan cairan hidung (29%) 
8. Merintih di kantor karena sakit (28%)

No comments:

Post a Comment