Saturday, July 28, 2018

Hati-Hati! Ini Dia Bahaya yang Akan Terjadi Untuk Kesehatan Bila Tidak Cuci Sprei serta Kasur Secara Teratur

Hati-Hati! Ini Dia Bahaya yang Akan Terjadi Untuk Kesehatan Bila Tidak Cuci Sprei serta Kasur Secara Teratur - Ingatkah kapan akhir kali Anda ganti sprei tempat tidur atau membersihkan bantal? Beberapa orang yang meremehkan kebersihan tempat tidur, walau sebenarnya mereka memakainya baik di siang ataupun malam hari. Bila Anda atau bagian keluarga rawan pada alergi atau kerap alami gatal-gatal serta kulit kemerahan, jadi mungkin saja biang keladinya datang dari tempat tidur yang Anda tiduri sehari-hari. Bukan asal bersihkan saja, tetapi ini selangkah yang pas untuk melindungi kebersihannya. 

Hati-Hati! Ini Dia Bahaya yang Akan Terjadi Untuk Kesehatan Bila Tidak Cuci Sprei serta Kasur Secara Teratur

1. Sprei serta Selimut 
Sehari-harinya, kulit manusia alami pergantian dengan singkirkan beberapa sel kulit mati. Proses perubahan sel kulit mati dengan yang baru umumnya berlangsung pada malam hari. Walau tidak tampak, beberapa sel kulit mati yang rontok dapat melekat serta ketinggalan ditempat tidur. Diluar itu saat kita tidur, badan juga keluarkan keringat yang membuat sprei lembab. Sel kulit mati, keringat serta permukaan yang lembab adalah tempat favorite kuman, kutu serta bakteri bergabung. 

Walau tidaklah terlalu membahayakan, kutu atau serangga yang bersarang ditempat tidur keluarkan kotoran sebagai penyebab alergi. Mengakibatkan mata dapat merah serta gatal-gatal, peradangan pada hidung sampai asthma. 

Kesadaran orang untuk ganti sprei dengan cara teratur nyatanya masih tetap rendah. Menurut polling dari YouGov, satu dari 10 orang membersihkan spreinya cuma satu bulan sekali serta lebih dari 1/3 mengakui sangat cepat ganti sprei 14 hari sekali. Walau sebenarnya butuh seringkali dari itu. Laura Bowater, seseorang pakar mikrobiologi dari University of East Anglia mereferensikan membersihkan sprei minimum satu minggu sekali, memakai air panas dengan suhu 60 derajat Celcius. Air panas berperan membunuh bakteri serta mencegahnya menetap di kain. 

“Jemur sprei serta sarung bantal secara langsung dibawah matahari bila sangat mungkin, karena sinar matahari efisien membunuh mikroorganisme. Setrika dengan juga suhu panas (seputar 100 derajat Celcius) untuk membunuh bakteri yang masih tetap ketinggalan sesudah pencucian, ” pendapat Laura, seperti diambil dari Daily Mail. 

2. Bantal 
Sisi dalam bantal atau busa bantal sifatnya seperti spons yang menyerap keringat, hingga jadi tempat favorite untuk bakteri serta kutu berkembang biak. Kenyataan yang mengagetkan, sepertiga dari berat bantal nyatanya datang dari himpunan serangga, beberapa sel kulit mati tersebut kotorannya dan 16 spesies jamur. Dapat dipikirkan begitu jumlahnya kotoran tidak tampak yang tidur bersama dengan Anda setiap malam. 

Dianjurkan membersihkan bantal tiap-tiap tiga bulan sekali. Beberapa macam bantal yang terbuat dari bahans sintetis cukuplah aman dibikin bersih memakai mesin pencuci. Cuci dengan air bersuhu 60 derajat Celcius untuk membunuh sejumlah besar bakteri. Baiknya pakai deterjen cair karena deterjen bubuk dapat tinggalkan residu. Lalu basuh sampai 2x perulangan supaya tidak ada deterjen yang tersisa. 

3. Kasur 
Kotoran atau tahi kutu yang mengendap pada kasur dapat mengakibatkan alergi dan asthma. Bila ada juga jamur di kasur, bukan mustahil akan menyebabkan reaksi alergi serius dari mulai gatal-gatal, kulit kemerahan, ruam sampai sesak napas. Kasur yang tidak sempat dibikin bersih juga punya potensi menaruh bakteri MRSA atau campylobacter yang dapat menyebabkan demam, kram sampai diare. 

“Penyedotan serta penguapan, lantas menjemur kasur Anda dibawah sinar matahari tiap-tiap enam bulan sekali sangat terpenting, ” tutur Laura. 

Bila terserang noda seperti cairan atau makanan, Laura merekomendasikan tidak untuk biarkan kelamaan. Selekasnya membersihkan dengan menyeka permukaan kasur memakai kain yang dibasahi air dingin dan sampo atau sabun mandi cair. Gosok permukaannya sampai bersih, lantas jemur. Langkah tersebut akan menahan endapan kotoran dan kuman berkembang semakin banyak.

No comments:

Post a Comment