Thursday, July 26, 2018

Hii Ngeri! Gara-Gara Keseringan Gunakan Tampon Waktu Haid, Model Cantik Ini Mesti Kehilangan Kakinya

Hii Ngeri! Gara-Gara Keseringan Gunakan Tampon Waktu Haid, Model Cantik Ini Mesti Kehilangan Kakinya - Jenis asal California, Lauren Wasser benar-benar tidak menduga hidupnya beralih mencolok cuma karena penggunaan tampon waktu haid. Lauren mesti kehilangan salah satunya kakinya karena infeksi dari penggunaan tampon itu. 

Hii Ngeri! Gara-Gara Keseringan Gunakan Tampon Waktu Haid, Model Cantik Ini Mesti Kehilangan Kakinya

Dalam wawancara dengan majalah People, Lauren juga bercerita tentang momen ironis yang dirasakannya pada Oktober 2012 kemarin. Waktu itu dia terasa kurang enak tubuh. Dia lalu memperiksakan-diri ke rumah sakit. Serta menurut dokter dia hampir kehilangan nyawanya karena suhu tubuhnya waktu tiba didalam rumah sakit telah sampai 107 derajat. 

Jenis dengan tinggi 180 cm itu didiagnosa dokter terserang TTS atau Toxic Shock Syndrome, infeksi bakteri yang berlangsung karena penggunaan tampon kelamaan. Infeksi yang dirasakannya telah demikian serius hingga mengakibatkan beberapa permasalahan kesehatan dari mulai gangrene (kematian pada jaringan yang berlangsung karena kehilangan supply darah), luka pada kaki kiri sampai amputasi pada kaki kanannya. Amputasi pada kaki kanannya mesti dikerjakan supaya nyawanya dapat diselamatkan. 

“Aku rasa-rasanya ingin bunuh diri waktu telah pulang ke rumah. Mendadak saja saya tidak mempunyai kaki, saya duduk di kursi roda, kakiku cuma separuh. Saya bahkan juga tidak dapat berjalan ke kamar mandi, cuma ditempat tidur, tidak dapat bergerak. Saya terasa dinding kamar itu merupakan penjara, ” curhatnya. 

Lauren alami depresi karena kondisinya saat ini berlangsung karena penggunaan tampon. Diakuinya bukan termasuk juga orang yang tidak memerhatikan kebersihan saat hadir bulan. Dia dapat ganti tampon 3x dalam satu hari. 

Terasa dirugikan, Lauren juga saat ini ajukan tuntutan pada brand tampon yang mengakibatkan dia kehilangan salah satunya kakinya. Dia juga menyerukan supaya brand itu ganti bahan tampon hingga aman dipakai. Wanita 27 tahun itu mengharap apa yang dirasakannya dapat jadi pelajaran untuk sesama wanita yang lain tentang resiko penggunaan tampon. 

“Jika saya tahu mengenai TTS, saya tidak pernah menggunakan tampon, ” tuturnya.

No comments:

Post a Comment