Wednesday, July 18, 2018

Ini 6 Pemicunya Mengapa Umur 20-an Badan Jadi Lebih Cepat Gemuk

Ini 6 Pemicunya Mengapa Umur 20-an Badan Jadi Lebih Cepat Gemuk - Beberapa wanita yang mengeluhkan tubuhnya lebih cepat gemuk waktu melalui umur 20 tahun, daripada saat remaja. Ya, berat tubuh memanglah sering kali berubah menjadi persoalan yang banyak dihadapi wanita waktu usianya telah 25 tahun ke atas. Mengapa? 

Ini 6 Pemicunya Mengapa Umur 20-an Badan Jadi Lebih Cepat Gemuk

1. Hormon Tidak Seimbang 
Melalui dari umur 25 tahun umumnya akan berlangsung tidak seimbangan hormon. Contohnya penurunan hormon perkembangan yang berperan melindungi massa otot. Waktu hormon turun, automatis massa otot juga turun, metabolisme juga tidak bekerja dengan semestinya juga ditambah kegiatan yang umumnya menyusut di umur ini. Jalan keluarnya, kerjakan berolahraga angkat beban untuk kembalikan jumlahnya hormon. 

2. Kurang Olahraga 
Ingatkah waktu masih tetap SMP atau SMA, Anda umumnya teratur olahraga sekurang-kurangnya 1 minggu sekali di sekolah? Karena tuntutan pekerjaan, beberapa orang membuatnya argumen tidak untuk olahraga karena terasa sangat repot serta tidak mempunyai waktu. Walau sebenarnya, berolahraga masih dianjurkan untuk melindungi kesehatan serta stabilitas metabolisme badan. 

Walau sebenarnya kegiatan fisik tidak mesti tetap dikerjakan dengan fitnes di gym, namun pilih aktivitas yang Anda gemari. Aktivitas itu dapat berbentuk main tennis, bersepeda atau bermain bersama dengan anak. Bahkan juga untuk Anda yang hoby berbelanja, dapat kerjakan window shopping di mal. Lakukanlah kegiatan fisik yang sengit sepanjang 30 menit, 3x satu minggu. 

3. Kurang Tidur 
Di umur produktif (20-30 tahun) orang condong kurang tidur karena mesti begadang merampungkan pekerjaan kantor, atau memanglah pola hidup yang melatih ia tidur tengah malam. Ini bikin metabolisme badan tidak teratur yang menyebabkan kegemukan sampai diabetes. Menurut riset yang dimuat dalam jurnal Archives of Disease in Childhood, waktu seorang kurang istirahat, dapat merubah pembentukan glukosa yang berbuntut pada timbulnya penyakit diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan perasaan lapar. Diluar itu juga bikin badan terasa capek selama seharian hingga kegiatan fisik juga menyusut. 

4. Sangat Banyak Terkena Polusi 
Menurut hasil studi yang dikutip Critical Reviews in Food Science and Nutrition, polusi dapat merubah metabolisme badan. Beberapa zat beresiko seperti endocrine (zat kimia yang ada pada plastik) serta bekas pembakaran sampah yang diketemukan pada tubuh manusia, kerap dikaitkan dengan obesitas. Begitupun dengan zat yang ada dalam pestisida. Beberapa zat ini mengganggu system kemampuan badan serta menghalangi metabolisme. 

5. Metabolisme Badan Melambat 
Sesudah umur 25, metabolisme badan melambat sampai hampir 5 % tiap-tiap 10 tahun. Badan membakar 100 kalori lebih sedikit per harinya dibanding saat berumur di awalnya 20 tahun. Pembakaran akan makin menyusut sampai 200 kalori, mendekati umur 45 tahun. Untuk mengatasinya, coba bikin badan lebih aktif dengan cara fisik. Satukan latihan angkat beban dalam kebiasaan berolahraga Anda, minimum 2x satu hari. Latihan ini berperan bangun massa otot yang akan tingkatkan metabolisme. Otot, dapat membakar 25 sampai 33 kalori semakin banyak dibanding lemak badan. 

6. Polycystic Ovary Syndrome 
Sindrom ini umumnya berlangsung pada wanita di umur produktif, di mana lemak biasanya nampak di perut, dada serta punggung. Sindrom ini dapat nampak sesudah wanita alami pubertas, tetapi umumnya hilang waktu menopause. Umumnya sindrom ini nampak karena dipicu hormon testosteron yang terlalu berlebih pada badan. Orang yang menanggung derita Polycystic Ovary juga sering alami keadaan yang dimaksud resistensi insulin –membuat berat tubuh ringan makin bertambah. Untuk menahan terserang sindrom ini, makanlah makanan dengan kandungan gula rendah untuk menolong mengatur kandungan insulin yang terlalu berlebih, dapat juga turunkan berat tubuh.

No comments:

Post a Comment