Sunday, July 15, 2018

Ngeri! Tingkat Kematian Tinggi, Terapi ‘Kematian’ untuk Tangani Depresi Popular di Korea

Ngeri! Tingkat Kematian Tinggi, Terapi ‘Kematian’ untuk Tangani Depresi Popular di Korea - Pria ataupun wanita yang alami depresi mengambil keputusan bunuh diri sering berlangsung di Korea Selatan.Bahkan juga berdasar pada data paling baru, tingkat bunuh diri di Korea Selatan makin bertambah.Hampir 40 orang lakukan bunuh diri sehari-harinya. 

Ngeri! Tingkat Kematian Tinggi, Terapi ‘Kematian’ untuk Tangani Depresi Popular di Korea

Menjadi jalan keluar, salah satunya klinik di Korea, Seoul Hyowon Healing Center, memberi jalan keluar dengan therapy ‘kematian’.Therapy itu jadi popular serta disukai oleh beberapa wanita serta pria dari semua kelompok di negara beribukota Seoul itu. 

Seperti dikutip dari Oddity Central, pasien yang hadir ke klinik Hyowon bukan sekedar orang-tua namun juga beberapa remaja.Beberapa orang-tua yang inginkan therapy ‘kematian’ karena mempunyai beban keuangan.Sedang remaja yang hadir ke klinik karena mendapat desakan dari orang-tua mereka. 

apakah yang dimaksud therapy ‘kematian’? Therapy ini dikerjakan dengan arah memberi pengalaman ditinggalkan ‘sendiri’ dalam peti mati.Bagaimanakah waktu seorang betul-betul wafat masuk ke kegelapan. 

Therapy dengan diawali bertukar baju kenakan baju serba putih duduk didalam peti mati.Lalu mereka juga disuruh tuliskan pesan paling akhir untuk beberapa orang tersayang memakai pena diatas kertas kecil.Therapy dikerjakan dalam suatu kelas yang semuanya pesertanya mempunyai persoalan hidup hingga ingin bunuh diri. 

Sebelum saat peti mati ditutup semuanya peserta akan dikasihkan ceramah singkat oleh bekas pekerja tempat makam, Jeong Yong-mun.Baru kemudian semuanya peserta disuruh berbaring dalam peti mati.Mereka disuruh tutup mata serta peti juga ditutup. 

Sepanjang seputar sepuluh menit mereka ditinggalkan dalam kegelapan.Saat sepuluh menit usai, beberapa peserta disuruh ungkapan perasaannya bagaimanakah ditinggalkan sendirian dalam kegelapan tanpa ada siapa juga. 

Beberapa menyampaikan mereka terasa lebih ‘segar’ serta beban pikiran menyusut sesudah therapy ‘kematian’.“Anda sudah sedikit rasakan seperti apa kematian, serta sekarang Anda masih tetap hidup karena itu Anda mesti berjuang, ” jelas Jeong Yong-mun memberi semangat. 

Therapy peti mati ini tidaklah ide baru untuk meredakan depresi.Satu tahun lebih , seorang dari Ukraina sudah mencobanya.Sebagian klinik di Shenyang, China, juga menyiapkan service therapy kematian.Therapy ini disukai karena beberapa peserta yang sudah mencobanya terasa dapat berfikir lebih positif untuk melakukan hidup yang akan datang.

No comments:

Post a Comment