Monday, July 16, 2018

No Bra Day, Support untuk Beberapa Pejuang Kanker Payudara

No Bra Day, Support untuk Beberapa Pejuang Kanker Payudara - Oktober diputuskan menjadi bln. Breast Cancer Awareness atau sadar kanker payudara. Serta tiap-tiap tanggal 13 Oktober, dikerjakan kampanye bertopik National No Bra Day untuk mensupport serta memberi semangat pada beberapa cancer survivor di semua dunia. 

No Bra Day, Support untuk Beberapa Pejuang Kanker Payudara

Kampanye National No Bra Day ialah seruan untuk beberapa wanita di beberapa negara tidak untuk menggunakan bra sehari saja, sepanjang 24 jam. Aktivitas ini pertamakali diawali pada 2011 yang diprakarsai beberapa simpatisan cancer survivor, dan berubah menjadi viral di sosial media. 

Beberapa pejuang kanker payudara serta pendukungnya menggerakkan wanita supaya melepaskan bra sepanjang hari menjadi bentuk support. Kampanye ini dapat ingin tingkatkan kewaspadaan pada bahaya kanker payudara, serta supaya wanita lebih sadar pada perubahan-perubahan pada payudara yang punya potensi kanker. 

Selama ini belumlah ada riset yang tunjukkan jika menggunakan bra dapat tingkatkan resiko terserang kanker payudara. Jadi belumlah dapat di pastikan argumen beberapa simpatisan serta pejuang kanker pilih pergerakan ini untuk kampanye. 

Berdasar pada data dari National Cancer Institute (NCI) di AS, seputar 232. 670 wanita serta 2. 360 pria didiagnosa kanker payudara. Selama ini tidak kurang dari 40 ribu wanita serta 430 pria wafat disebabkan penyakit ini di 2014. 

Menurut data yang lain yang dijelajahi dari 2009-2011, seputar 12, 3 % wanita mungkin menanggung derita kanker payudara disuatu waktu dalam kehidupannya. Menurut NCI, pria serta wanita dengan kanker payudara diprediksikan mempunyai 89, 2 % keinginan hidup sepanjang lima th. sesudah didiagnosa. 

Tetapi karena tehnologi yang makin mutakhir, keinginan hidup pasien dapat ditingkatkan. Dengan perubahan serta penyembuhan terbaru, tingkat kematian disebabkan kanker payudara alami penurunan rata-rata 1, 9 % tiap-tiap tahunnya, selama 2002 sampai 2011. 

Hal tersebut dapat dibuktikan dari pengalaman diantara cancer survivor asal Indonesia, Tria. Wanita berumur 32 th. ini sukses bertahan hidup sepanjang delapan th. sesudah divonis kanker payudara fase 3B

No comments:

Post a Comment