Monday, July 30, 2018

Perlu Mengenal Drinkorexia Yaitu Masalah yang Buat Penderita Pilih Minum dibanding Makan

Perlu Mengenal Drinkorexia Yaitu Masalah yang Buat Penderita Pilih Minum dibanding Makan - Masalah makan seperti anoreksia serta bulimia sering berlangsung pada wanita, terpenting di umur remaja. Tanda-tanda anoreksia diikuti dengan perasaan tetap terasa gemuk hingga membiarkan badan kelaparan, sedang bulimia merupakan kemauan makan sebanyak akan tetapi sesudah kenyang makanan itu selekasnya dimuntahkan kembali. 

Perlu Mengenal Drinkorexia Yaitu Masalah yang Buat Penderita Pilih Minum dibanding Makan

Sekarang makin bertambah satu lagi masalah makan yang dapat membahayakan jiwa, yang sering dimaksud beberapa pakar dengan drinkorexia. Pengidap masalah makan ini sangat terobsesi dengan konsumsi kalori dari makanan sampai pada akhirnya tidak berani mengkonsumsinya serta lebih pilih cuma minum. Lebih mencemaskan lagi, minuman yang mereka pilih merupakan wine atau minuman mengandung alkohol yang lain. 

Wanita dengan masalah makan ini lebih pilih minuman daripada makanan menjadi sumber dayanya keseharian. Beberapa orang ini merupakan mereka yang begitu memperhatikan jumlahnya kalori serta terobsesi membatasi asupannya akan tetapi lewat cara yang berlebihan. 

Makanan juga mereka kira tidak terpenting lagi untuk dikonsumsi, tetapi digantikan dengan minuman mengandung alkohol. Umumnya mereka lebih pilih minum dalam kondisi perut kosong supaya dampak dari minuman mengandung alkohol lebih optimal. 

Belumlah di ketahui dengan tentu mengapa beberapa pengidap drinkorexia memandang kalaupun minuman mengandung alkohol dapat menukar makanan. Akan tetapi disangka info kandungan kalori dalam paket minuman yang jadi sebabnya. 

Bila ditelaah, dalam satu gelas wine putih memiliki kandungan 130 kalori. Itu sama dengan satu potong ayam serta satu potong tempe. Sedang bir tambah tinggi lagi, seputar 200 kalori per gelasnya yang sama dengan dua potong ayam. Walau sebenarnya yang sama cuma jumlahnya kalori sesaat kandungan nutrisi berlainan jauh. 

Adrienne Key, ahli kesehatan dari Priority Hospital menyampaikan sekarang semakin beberapa orang terpenting di Inggris yang ganti konsumsi kalori dari makanan dengan wine, bir atau champagne dengan reguler. 

“Orang yang menampik makan umumnya akan berkata, ‘Aku membiarkan perutku kosong untuk satu gelas wine’. Orang sekarang condong memakai cara ini untuk mengatur konsumsi makan akan tetapi lewat cara yang tidak benar, ” papar Adrienne, seperti diambil dari Daily Mail. 

Drinkorexia umumnya meneror orang yang sudah alami masalah makan. Tetapi buat yang tidak alami masalah makan seperti anoreksia serta bulimia, ancaman terserang drinkorexia masih ada. Susan Ringwood dari Beat, organisasi non-profit yang spesial menangangi pasien masalah makan menyampaikan orang yang alur makannya normal juga berisiko menderita drinkorexia. 

“Biasanya orang akan minum-minum diakhir minggu. Sebetulnya tidak mutlak dimaksud dengan masalah makan, tetapi tingkah laku ini terkait dengan alur makan serta orang dapat terjebak dalam rutinitas yang sama dengan periode panjang, ” jelas Susan. 

Orang dengan drinkorexia biasanya berasumsi jika dikit saja konsumsi alkohol dapat menukar konsumsi kalori harian mereka. Hingga mereka terasa sangat baik minum satu gelas wine atau bir daripada memakan makanan dengan utuh. Walau sebenarnya nutrisi yang dikandung pada minuman tambah lebih dikit daripada makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi yang dapat berbuntut pada kematian bila telah dalam step akut.

No comments:

Post a Comment