Saturday, July 28, 2018

Tak Disangka! Ini Kemanfaatannya Jika Berteriak Pada Waktu Tubuh Terasa Sakit

Tak Disangka! Ini Kemanfaatannya Jika Berteriak Pada Waktu Tubuh Terasa Sakit - Waktu rasakan sakit, berteriak adalah reaksi yang sangat lumrah serta susah ditahan. Nyatanya berteriak tidak cuma reaksi spontan atau insting naluriah. Riset ilmiah tunjukkan jika merintih, mengaduh serta berteriak adalah langkah badan untuk melawan perasaan sakit. 

Tak Disangka! Ini Kemanfaatannya Jika Berteriak Pada Waktu Tubuh Terasa Sakit

Saat seorang berteriak, ‘aw! ’, ‘ouch’ atau ‘aduh! ’, reaksi itu akan merekayasa tanda sakit yang dihantarkan dari badan ke otak. Berteriak memberikan indikasi jika sebetulnya manusia mengerjakannya untuk mengubah diri pribadi dari perasaan sakit itu. 

Beberapa periset dari departemen psikologi serta neurobiologi National Universrity of Singapore menulis dalam jurnal ilmiah Journal of Pain, “Suara yang di keluarkan waktu alami perasaan sakit biasanya menyebabkan mulut untuk terbuka, lidah terangkat serta bibir membulat. Reaksi itu yang dikit banyak menolong orang meredam serta kurangi perasaan sakitnya. ” 

Seperti diambil dari Daily Mail, beberapa periset lakukan eksperimen untuk lihat berapakah lama voluntir dapat tahan merendam tangannya didalam air yang begitu dingin. Voluntir yang sejumlah 56 orang itu diijinkan berteriak ‘ow’ saat tangan mereka telah merasa sakit. Lalu uji coba diulangi sampai 4x, akan tetapi beberapa simpatisan dilarang keluarkan nada. 

Dalam salah satunya tes, simpatisan dibolehkan mendesak suatu tombol saat mereka rasakan sakit. Pada tes selanjutnya, mereka diperdengarkan rekaman nada mereka sendiri saat tengah berteriak ‘ow’. Tes yang lain lagi diputar rekaman nada orang yang lain tengah berteriak ‘ow’ serta uji coba paling akhir simpatisan diwajibkan diam serta tidak berteriak sampai mereka tidak dapat lagi meredam perasaan sakit. 

Akhirnya? Tersingkap jika simpatisan dapat meredam sakit sangat lama saat mereka diijinkan berteriak. Mereka dapat meredam hampir rata-rata 30 detik. Sedang saat dalam kondisi duduk serta tidak melakukan perbuatan apa-apa, cuma dapat meredam sakit 25 detik. Dengarkan nada orang yang lain atau diri pribadi berteriak juga tidak memberi efek berarti dalam meredam perasaan sakit. 

“Kami lihat toleransi responden pada perasaan sakit tambah tinggi saat mereka berkata ‘ow’ daripada tidak bersuara apa-apa. Nampaknya teriakan atau erangan dapat berperan menjadi analgesik yang efektik kurangi sakit, serta membuat orang lebih dapat menangani perasaan sakit, ” catat periset. 

Mereka kembali menuturkan jika pesan yang hadir menuju sisi otak yang mengatur penerimaan pesan dengan cara vokal, akan menginterupsi penerimaan perasaan sakit dari badan ke otak. Mengakibatkan sensori motorik juga terganggu. Sensori motorik erat hubungannya dengan skema syaraf pusat serta merubah otot jadi menegang. Proses itu yang dipandang dapat kurangi perasaan sakit.

No comments:

Post a Comment