Saturday, July 28, 2018

Viral! Pria Berjenggot Seksi Bak David Beckham Ini Berisiko Sebarkan Kuman, Kok Bisa?

Viral! Pria Berjenggot Seksi Bak David Beckham Ini Berisiko Sebarkan Kuman, Kok Bisa? - Survey yang dikerjakan website perjodohan My Single Friend mengutarakan, 80 % wanita di Inggris memandang pria berkumis serta berjanggut berkesan menyenangkan, setia serta berjiwa petualang. Lebih dari 55 % wanita juga menyampaikan, pria jadi lebih atraktif saat mereka tidak bercukur. 

Viral! Pria Berjenggot Seksi Bak David Beckham Ini Berisiko Sebarkan Kuman, Kok Bisa?

Sesaat jajak saran yang diselenggarakan surveyer marketing OnePoll tunjukkan, buat 56 % wanita, rambut di wajah pria adalah pendorong kuat rangsangan seksual buat lawan macamnya. Pria yang mempunyai kumis tipis, janggut atau cambang dipandang ebih menarik dengan cara seksual dibanding pria wajahnya licin. 

Kumis serta jenggot sekarang memang jadi seperti ‘aksesori’ buat beberapa pria. Lihat saja beberapa selebriti pria yang banyak dielu-elukan pengagum wanita karena maskulinitas serta keseksiannya dari mulai David Beckham, Adam Levine, Ben Affleck, James Franco sampai Jake Gyllenhaal. 

Buat beberapa pria yang ingin turut trend menumbuhkan rambut muka, atau wanita yang mendambakan pasangan berjanggut dan berkumis kelihatannya mesti tahu dahulu kenyataan di bawah ini. Beberapa pakar kesehatan sudah berikan teguran jika jenggot ata cambang dapat jadi tempat bersarangnya bakteri, diluar itu juga media penyebaran bakteri. 

Carol Walker, seseorang pakar trichology (analisis mengenai rambut serta penyakitnya) dari Birmingham Trichology Centre menyampaikan jika rambut-rambut muka dapat menyebabkan terjadinya infeksi kulit serta sebarkan kuman pada orang yang lain. Mengapa dapat? 

Seperti diambil dari Daily Mail, Carol menuturkan jika rambut di wajah lebih kasar serta kaku daripada rambut dibagian badan yang lain. Teksturnya yang kasar serta kaku itu membuat kotoran serta kuman lebih ringan terjebak serta bersarang diantara rambut. 

“ (Rambut muka) umumnya lebih keriting serta berlekuk yang membuat kotoran terjebak. Kutikula pada rambut juga membuat kuman serta minyak tinggal disana. Sesaat rambut di seputar hidung serta mulut merupakan tempat favorite bakteri, ” jelas Carol. 

Ia memberikan, pria condong miliki kebiasaan menyentuh atau mengelus-elus kumis ataupun jenggotnya. Saat pria memegang suatu yang kotor lantas tanpa sadar menyentuh mukanya jadi bakteri itu dapat melekat di rambut serta menebar ke muka bahkan juga mulut. 

“Kemudian bila seorang konsumsi produk memiliki bahan susu dan makanan itu ketinggalan di jenggotnya akan memunculkan berbau anyir yang tidak enak. Belum juga bakteri Stepholococci (sekumpulan bakteri pemicu beberapa penyakit) bila seorang terserang pilek, ” imbuhnya. 

Pria berkumis serta berjenggot bukan sekedar merugikan dianya tetapi juga orang yang lain di dekat atau yang lakukan kontak fisik dengannya. Contohnya saat mencium pasangan, bakteri pada rambut-rambut muka dapat menebar ke orang yang lain. Menurut pakar mikrobiologi Dr Ron Cutler dari University of London, kumis serta jenggot dapat juga sebarkan infeksi pada seorang lainnya. 

Akan tetapi saran berlainan disampaikan Profesor Hugh Pennington yang disebut pakar pengetahuan bakteri dari University of Aberdeen. Menurut dia, bakteri pada jenggot serta kumis sama dengan bakteri pada kulit. “Bukan jadi permasalahan serta tidak berisiko pada kesehatan, ” katanya. 

Meskipun demikian, beberapa pria masih dianjurkan untuk melindungi kehigienisan bila masih ingin pelihara kumis serta jenggot tebal. Rajin-rajinlah bersihkan rambut muka dengan cara reguler serta tetap menjaganya supaya masih higienis. Sesudah menyentuh objek atau tempat yang kotor atau terkena bakteri, cuci tangan memakai sabun atau pakai hand sanitizer.

No comments:

Post a Comment