Monday, July 16, 2018

Waw! Cerita Inspiratif 2 Cancer Survivor Melawan Kanker Payudara

Waw! Cerita Inspiratif 2 Cancer Survivor Melawan Kanker Payudara - Kanker payudara dapat berlangsung pada siapapun, baik wanita ataupun pria. Umur muda sampai tua. Walau dicap menjadi penyakit yang menakutkan serta mematikan, kanker payudara dapat diatasi dengan perlakuan medis yang pas. Hal itu yang dihadapi cancer survivor anggota CISC (Cancer Information & Dukungan Center), Hening Tyas serta Tria. 

Waw! Cerita Inspiratif 2 Cancer Survivor Melawan Kanker Payudara

Dalam peluang talkshow ‘Pentingnya support keluarga serta medis untuk Pasien Kanker’ yang diselenggarakan The Tempo Grup serta PT Pulau Mahoni, kedua-duanya share pengalaman mengenai perjuangan mereka melawan kanker serta masih dapat hidup normal juga bahagia seperti saat ini. Tria, sukses bertahan hidup serta berubah menjadi cancer survivor hampir delapan th. sesudah divonis kanker payudara. 

Wanita dua anak ini menceritakan jika dianya didiagnosa positif kanker payudara waktu usianya masih tetap cukuplah muda, 24 th.. Waktu itu pada 2008, kanker payudara masih tetap berubah menjadi penyakit yang kurang dimengerti orang-orang pemula hingga info mengenai penyembuhan serta penanganannya sangatlah minim. 

“Punggung rasa-rasanya pegal selalu, maunya dikerokin selalu namun tidak sembuh-sembuh, ” tutur wanita berumur 32 th. ini, waktu terlibat perbincangan di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2015). 

Penasaran dengan keadaan tubuhnya, Tria juga coba ikuti seminar mengenai kanker serta mendapatkan info bagaimanakah mengecheck payudara sendiri. Sesudah penelusuran mandiri, dijumpai tonjolan kecil di payudara kirinya. Tria mengakui waktu itu tidak rasakan sakit, baik pada payudara ataupun benjolannya waktu diraba. 

“Lalu saya pergi ke dokter serta sesudah serangkaian kontrol, tonjolan sebesar biji kacang hijau itu nyatanya ganas. Dokter tawarkan penyembuhan kemoterapi namun tuturnya peluang hidup saya fifty-fifty. Pada akhirnya saya lari ke alternatif, ” narasi Tria. 

Tiga bln. konsumsi obat-obatan herbal, tonjolan di payudara Tria malah makin bertambah sampai payudaranya besar serta turun samping. Payudara juga berubah menjadi kemerah-merahan serta rasa sakitnya makin rasanya. Tria juga alami sesak napas. Terasa tidak kuat, ibu dua anak ini pada akhirnya kembali menjumpai dokter serta sesudah dicheck, dalam tiga bln., kanker yang awalannya baru tingkat fase 1 menjadi fase 3B. 

“Mungkin bila saat itu saya berobat dengan benar tidaklah sampai separah itu, ” katanya. 

Cerita berlainan dihadapi Hening. Ia menceritakan, awalannya ia merasakan ada cairan keluar dari puting payudaranya. Kisah garis keturunan keluarga hening terdapat yang sempat menanggung derita kanker payudara, tanpa ada fikir panjang Hening secara langsung memperiksakan-dirinya ke dokter. 

“Gejala awal tidak merasa apa-apa. Badan terasanya sehat, kegiatan padat. Namun sesudah USG terdapat tumor ukuran 3 cm. Ikuti rangkaian tes, akhirnya tumor tidak ganas serta dikerjakan pengangkatan tumor. Namun sesudah operasi, hasil kontrol setelah itu malah diagnosanya positif kanker. Waktu itu dunia gelap, semuanya mimpi terasanya berhenti, ” tutur wanita yang divonis kanker payudara di umur 29 th. ini. 

Untuk menangani penyakitnya, Hening mesti melakukan enam kali kemoterapi serta 25 kali radiasi. Pada Agustus 2015, Hening barusan merampungkan rangkaian therapy serta terasa sehat, juga yakin dalam melakukan hidup. Ia juga menceritakan, waktu mendapatkan vonis kanker payudara, pikiran wanita condong akan kalut serta kacau. Pasien kanker berubah menjadi lebih peka serta dapat melakukan perbuatan apapun yang dia anggap dapat selamatkan hidupnya. 

Karena itu peranan keluarga sangatlah terpenting untuk menggerakkan pasien kanker supaya ingin ikuti prosedur penyembuhan yang benar. Walau didiagnosa kanker, Hening masih bersukur karena masih tetap dikasih peluang untuk share dengan orang yang lain. Baik orang yang sehat ataupun sesama pasien kanker. 

“Ketika divonis kanker kita kacau pada akhirnya omongan setiap orang jadi sangatlah peka. Dapat merubah bahkan juga menyesatkan. Tutup mata, tutup telinga, berobatlah dengan cara medis, ” pungkas Hening.

No comments:

Post a Comment