Saturday, July 28, 2018

Wow! Sekarang Lomba Lari Jadi Tren Gaya Hidup, Tetapi Janganlah Asal Ikut Sebelum Tahu Hal Ini

Wow! Sekarang Lomba Lari Jadi Tren Gaya Hidup, Tetapi Janganlah Asal Ikut Sebelum Tahu Hal Ini - Berolahraga lari sekarang bukan sekedar jadi kegiatan fisik untuk membuat badan bugar. Berawal dari didirikannya komune IndoRunners pada 2009, lari sekarang berkembang jadi pola hidup penduduk perkotaan. Arena lomba marathon juga semakin ramai, sekurang-kurangnya ada dua sampai tiga acara marathon yang diselenggarakan tiap-tiap minggunya. Dari mulai 5K, 10K sampai 42K. 

Wow! Sekarang Lomba Lari Jadi Tren Gaya Hidup, Tetapi Janganlah Asal Ikut Sebelum Tahu Hal Ini

“Lomba lari sekarang telah jadi seperti sisi dari pola hidup atau budaya orang Indonesia, ” papar Reza Puspo, pendiri Indo Runners waktu pertemuan pers ‘Road To Nutrilite Health Run 2015’ di Bloeming Bar & Resto, fX Center, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2015). 

Lari memang mempunyai banyak faedah buat kesehatan, dari mulai melangsingkan sampai tingkatkan ketahanan badan. Akan tetapi lari adalah kegiatan fisik berintensitas tinggi yang membutuhkan tenaga lebih, ketahanan badan yang baik juga tingkatkan detak jantung. Buat pemula terutamanya yang jarang olahraga, ada beberapa hal yang butuh dilihat sebelum mengawali turut lomba lari. 

Dokter spesialis kesehatan berolahraga DR. (med) Dr. Carmen SY Jahja, Sportmed, menuturkan waktu berolahraga akan berlangsung penambahan peranan serta manfaat semua badan. Frekwensi detak jantung makin bertambah, juga berlangsung penambahan jumlahnya kerja otot kaki, tangan dan perut. Buat yang belumlah sempat olahraga pasti badan dan jantung akan ‘kaget’. Karena itu butuh persiapan dari bagian medis bila Anda ingin coba serius olahraga lari. 

“Siapa juga yang ingin berolahraga, baiknya check dahulu ke dokter siap ataukah tidak? Berolahraga kan membawa kegiatan badan kita ke level yang tambah tinggi jadi baiknya dicheck dahulu, ” papar dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah ini. 

Akan tetapi bila tidak sudah sempat memeriksakan kesehatan ke dokter, ada langkah lebih ringan yang dapat dikerjakan. Triknya merupakan menjumpai potensi Anda sendiri. Coba lari di seputar kompleks atau stadion paling dekat dari rumah. Waktu serta sesudah lari, lihat reaksi badan. Bila reaksi pertama merupakan terasa kecapekan, kepala berputar-putar atau pusing walau sebenarnya Anda cuma lari perlahan, itu pertanda badan belumlah cukuplah siap untuk beraktivitas intensitas tinggi. 

“Kalau baru lari perlahan telah cape, jadi belumlah siap (untuk turut lomba lari -red), ” tutur Carmen. 

Ia merekomendasikan untuk ‘menabung’ km. terlebih dulu sebelum turut lomba lari, diawali dari berjalan atau lari kecil sejauh 3 km serta lebih jauh dengan cara setahap kurang lebih tiga bulan sebelum acara lomba. Carmen juga menghimbau buat pemula untuk janganlah kebanyakan ikuti lomba lari sekaligus juga. Lihat baik-baik keadaan serta potensi badan. 

“Kilometer-nya ditabung dahulu, per minggu contohnya, ” singkat dokter yang sering mengatasi beberapa atlet Nasional ini. 

Bagaimana triknya ‘menabung’ km.? Contohnya saja Anda lari sepanjang 20 menit, lantas diteruskan dengan jalan cepat sepanjang 10 menit dalam jangkauan jarak spesifik. Lalu di besok harinya waktu serta jarak tempuh ditambah, serta keesokannya lagi makin bertambah. Dengan demikian, badan jadi terlatih untuk lari serta menyesuaikan, hingga waktu lomba manfaat organ badan telah lebih siap untuk marathon.

No comments:

Post a Comment