Sunday, August 5, 2018

Anda Terobsesi Makan Makanan Sehat? Ternyata Bisa Mengganggu Masalah Kejiwaan Orthorexia Lho!

Anda Terobsesi Makan Makanan Sehat? Ternyata Bisa Mengganggu Masalah Kejiwaan Orthorexia Lho! - Jordan Younger, seseorang bekas blogger vegan sekarang mendapatkan serangan dari penggemar vegan karena mengakui menanggung derita orthorexia. Apakah itu orthorexia? Mengapa Jordan yang vegan dapat alami masalah kejiwaan itu? 

Anda Terobsesi Makan Makanan Sehat? Ternyata Bisa Mengganggu Masalah Kejiwaan Orthorexia Lho!

Jordan bukan hanya satu wanita yang menanggung derita orthorexia. Wanita lainnya bernama Nisha Moodley yang diwawancara Health, seperti diambil CNN, sempat juga alami hal sama. Enam tahun lantas dia betul-betul membatasi konsumsi makanannya, betul-betul tidak ingin makan yang menurut dia tidak sehat. 

“Aku akan tidak konsumsi makanan yang terserang radiasi, makanan yang dibakar, makanan yang memiliki kandungan pewarna, perasa, pemanis, MSG, nasi putih, gula, garam meja serta apa pun yang dikemas dalam kalengan, ” katanya. 

Saat membatasi konsumsi makannya cuma pada makanan sehat, menu sarapan yang biasa dikonsumsi contohnya soba serta rumput laut, raw cacao powder, flax oil (minyak dari biji flax) serta flax seeds (semacam biji-bijian). Sedang makan siangnya merupakan nasi merah dengan kacang lentil, sayuran fresh serta kale. Untuk makanan ringan sore, dia konsumsi flax seed serta biskuit soba. Serta untuk makan malam, dia makan kacang garbanzo, alpukat, wortel, bit serta jamur. 

Komitmennya untuk konsumsi makanan sehat ini lalu jadi obsesi yang hampir meneror nyawanya. Dia jadi takut konsumsi makanan yang menurut pikirannya tidak sehat. Dia cemas makanan itu mengakibatkan kanker atau penyakit yang lain. Dikarenakan obsesinya itu Moodley juga jadi tidak sempat lagi makan bareng teman-temannya atau menghadiri undangan makan malam. 

Obsesi Moodley ini sama dengan Younger yang membatasi diri konsumsi makanan tidak sehat serta cuma konsumsi apakah yang mereka kategorikan sehat. Serta obsesi itu adalah sinyal ada masalah makan orthorexia. Orthorexia ini berlainan dari ‘saudaranya’ anorexia. Bila orang yang anorexia terobsesi turunkan berat tubuh, arah mereka yang alami orthorexia merupakan karena ingin betul-betul sehat. 

Arti Orthorexia pertamakali dikenalkan oleh Steven Bratman, M. D., pada 1997 pada suatu esai untuk Yoga Journal. Dia menyebutkan masalah makan itu menjadi keinginan untuk konsumsi makanan yang benar. Bratman yang menderita orthorexia memakai kata ortho untuk menyebutkan penyakitnya itu karena diambilnya dari bhs Yunani. Dalam bhs Yunani, orthi bermakna benar atau murni. Pria itu lalu menuturkan dengan detil tentang orthorexia pada bukunya Health Food Junkies. Sayangnya buku itu kurang popular serta susah dimengerti. 

Orthorexia ini berlainan dengan penganut alur makan sehat biasanya seperti vegan, raw food serta fruitarianism. Kunci perbedaannya merupakan orthorexia mengakibatkan orang itu alami desakan serta kesusahan untuk melakukan kehidupannya keseharian. Orthorexia ini juga beresiko jelek pada kesehatan pelakunya. 

Dalam bukunya Bratman menulis, beberapa pasien orthorexia dapat alami malnutrisi serta sangat kurus yang sifatnya membahayakan. Pada beberapa masalah orthorexia ini juga dapat jadi anorexia terselubung. “Hal ini jadi agenda tersembunyi yang begitu umum dibalik orthorexia. Teori diet dapat membuat wanita mencari beberapa hal yang membuat mereka dapat di terima dari bagian kecantikan tanpa mengaku hal tersebut pada dianya. Kamu dapat ‘tidak sengaja’ hidup seperti Barbie, tanpa mengaku tengah melakukan kehidupan semacam itu, ” catat Bratman dala bukunya.

No comments:

Post a Comment