Thursday, August 2, 2018

Apakah Benar Jadwal Kerja Tidak Tetap Dapat Membuat Kemampuan Otak Menurun? Cek Faktanya

Apakah Benar Jadwal Kerja Tidak Tetap Dapat Membuat Kemampuan Otak Menurun? Cek Faktanya - Baiknya, waktu bekerja di kantor diawali dari jam 08 : 00 sampai 17 : 00. Tapi lainnya perihal bila Anda bekerja di beberapa tempat yang memerlukan service 24 jam, contohnya rumah sakit, dinas pemadam kebakaran atau call center. Beberapa macam pekerjaan mewajibkan karyawannya untuk bekerja dengan jadwal bergilir pada pagi hari atau malam hari. 

Apakah Benar Jadwal Kerja Tidak Tetap Dapat Membuat Kemampuan Otak Menurun? Cek Faktanya

Menurut beberapa ilmuwan, mempunyai pekerjaan dengan jadwal yang digilir nyatanya bisa menumpulkan skema kerja otak serta kurangi potensi intelektual seperti pandangan, analisis serta pemecahan permasalahan. Hal seperti ini dikemukakan dalam riset yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine. Jurnal itu menuturkan, skema jam kerja shift akan kurangi waktu tidur hingga membuat otak berumur enam tahun lebih tua. 

Riset ini dapat dihubungkan dengan penyakit demensia, yakni penurunan fungsional otak yang dikarenakan oleh kelainan yang berlangsung pada otak karena jam tidur yang terganggu. Mengakibatkan, orang jadi gampang lupa atau alami kepikunan. 

Dalam jurnal itu, diterangkan jika jam internal alami yang dipunyai badan sudah didesain dengan automatis untuk melakukan aktivitas pada pagi hari serta beristirahat pada malam hari. Jika hal seperti ini dikerjakan dengan terbalik, banyak efek negatif yang dihadapi dari mulai obesitas sampai kanker. 

Belakangan ini, team periset dari University of Swansea Inggris serta University of Toulouse di Prancis juga temukan dampak lainnya dari jadwal kerja bergilir yang beresiko pada otak. Beberapa periset ini lakukan survey untuk mengetes daya ingat, kecepatan berfikir serta potensi yang menyangkut daya kerja otak pada tiga ribu responden. 

Akhirnya, daya kerja otak dengan alami akan alami penurunan bersamaan dengan menambahnya umur. Akan tetapi beberapa periset menyampaikan, orang yang bekerja dengan jadwal yang bergilir memiliki cenderung untuk percepat proses penurunan kerja otak. 

Dr. Philip Tucker yang tergabung dalam team periset di Kampus Swansea menyampaikan, daya kerja otak pada seorang yang memiliki jam kerja tidak masih menyebabkan pada penurunan yang lumayan besar dalam manfaat otak. Hingga ada peluang seorang lakukan kekeliruan yang semakin banyak saat ia berusaha untuk lakukan pekerjaan yang susah. 

Lantas apakah yang dapat dikerjakan untuk meminimalkan efek negatif dari jam kerja bergilir ini? Dr. Philip menuturkan beberapa cara yang dapat dikerjakan untuk kurangi resiko kesehatan karena manfaat otak yang alami penurunan. 

“Jalani kontrol medis dengan teratur serta kerjakan tes potensi kognitif untuk mencari pertanda penurunan daya kerja otak lebih awal, ” tuturnya seperti diambil dari BBC. 

Potensi kognitif yang disebut merupakan potensi penalaran yang dipunyai oleh seorang dalam mengerti pengetahuan, menganalisa masalah, menginterpretasikan info serta memecahkan persoalan. 

Dr. Michael Hastings dari Medical Research Council’s Laboratory of Molecular Biology di Inggris juga memberikan, seorang yang bekerja dengan jadwal bergilir yang tidak menentu mungkin kembalikan daya kerja otaknya jadi normal. Cuma saja, dibutuhkan waktu seputar lima tahun untuk memulihkannya. 

Ditambahkan oleh Profesor Derk-Jan Dijk dari Surrey Sleep Centre Inggris, beberapa pensiunan yang sempat bekerja dengan jadwal bergilir masih tetap mempunyai kualitas tidur lebih rendah dibanding orang tidak sempat bekerja dengan waktu bergilir. Ia juga menyimpulkan, “Kami sudah mengetahui jika bekerja dengan jadwal bergilir memang tidak baik untuk kesehatan fisik, karena hal seperti ini memberi dampak pada manfaat otak, ” tuturnya.

No comments:

Post a Comment