Wednesday, August 1, 2018

Apakah Benar Tinggal di Kota Besar Beresiko Bisa Membuat Wanita Lebih Cepat Tua? Ini Dia Penjelasan Pakar

Apakah Benar Tinggal di Kota Besar Beresiko Bisa Membuat Wanita Lebih Cepat Tua? Ini Dia Penjelasan Pakar - Tempat dimana kita tinggal nyatanya punya pengaruh pada proses penuaan kulit. Berita jelek buat beberapa wanita yang tinggal di perkotaan, kulit mereka dapat menua lebih cepat daripada wanita yang hidup di pedesaan. 

Apakah Benar Tinggal di Kota Besar Beresiko Bisa Membuat Wanita Lebih Cepat Tua? Ini Dia Penjelasan Pakar

Studi yang dikerjakan oleh Procter & Gamble mengutarakan kenyataan mengagetkan. Wanita yang hidup di pedesaan atau pinggir kota tampak awet muda lebih lama sesaat yang tinggal di kota, terpenting kota-kota besar menua 10 % lebih cepat. 

Perusahaan yang beroperasi di sektor kosmetik serta produk perawatan rumah tangga itu mempelajari 200 wanita dengan umur pada 30 serta 45 untuk memperbandingkan kualitas kesehatan kulit pada mereka yang tinggal di kota serta desa. Ke-2 grup wanita mempunyai pola hidup yang sama dan terekspos cahaya matahari dalam jumlahnya sepadan. 

Wanita pedesaan dilaporkan mempunyai resiko penuaan tambah tinggi karena paparan cahaya matahari. Hal seperti ini peluang karena sebab sejumlah besar dari mereka keluar rumah tanpa memakai cream tabir surya. Akan tetapi yang mengagetkan, hasil studi tunjukkan proses penuaan malah lebih jelek berlangsung pada grup wanita di perkotaan. 

Hasil dari studi yang di pimpin oleh Profesor Wei Liu, seseorang dermatologis dari Rumah Sakit China Air Force di Beijing, di ketahui jika penuaan awal lebih rawan berlangsung pada wanita urban karena hawa di perkotaan ‘menampung’ 224 zat kimia yang dapat punya potensi mengakibatkan kerusakan kulit. Seperti diambil dari Daily Mail, partikel-partikel kimia yang menyebar di hawa itu dapat mengakibatkan kerusakan keratin yakni protein yang ada pada kulit. Keratin berperan melindungi beberapa sel kulit supaya tidak jadi kering. Saat susunan keratin rusak jadi kulit juga jadi rawan alami kekeringan serta kehilangan elastisitasnya. 

Diluar itu hawa kota juga memiliki kandungan semakin banyak polusi daripada pedesaan yang ada banyak ditumbuhi pohon-pohon teduh. Polusi menyebabkan inflamasi atau peradangan, mengakibatkan kerusakan susunan pelindung kulit, mengakibatkan kerusakan kolagen yang melindungi elastisitas kulit dan percepat munculnya keriput serta garis-garis halus. 

Hasil studi ini masih tetap diperdebatkan beberapa pakar kecantikan serta kesehatan kulit. Partikel-partikel polutan seperti debu atau pasir yang beracun memang dapat melekat pada permukaan kulit akan tetapi ukurannya sangat besar untuk dapat masuk ke susunan terdalam kulit. Terkecuali bila partikel itu memiliki ukuran 0, 1 mikrometer yang tambah lebih kecil dari debu atau pasir, jadi peluang untuk masuk lewat pori-pori serta mengakibatkan kerusakan sel kulit dapat berlangsung. 

Sesaat Profesor Mark Birch-Machin, pakar dermatologi molekular dari Newscastle University memiliki pendapat jika selama ini ada banyak perbincangan apa polusi hawa betul-betul dapat mengakibatkan kerusakan kulit serta sampai sejauh mana rusaknya yang diakibatkan. Akan tetapi buat Anda yang tinggal di perkotaan sebaiknya melindungi kulit dari rusaknya karena asap knalpot, asap rokok, asap industri dan lain-lain yang punya potensi melepas radikal bebas ke hawa. 

Triknya dengan melakukan hidup sehat, konsumsi makanan kaya anti-oksidan seperti buah serta sayuran fresh, minum suplemen untuk kulit, rajin berolahraga serta cukuplah tidur. Janganlah lupa juga menjaga kesehatan kulit dengan penggunaan pelembab, tabir surya dengan SPF minimum 30, cream malam dan cukuplah minum air putih.

No comments:

Post a Comment