Friday, August 3, 2018

Apakah Flossing Sesudah Menyikat Ada Kemanfaatannya untuk Hindari Rusaknya Gigi? Yuk Cek Penjelasannya

Apakah Flossing Sesudah Menyikat Ada Kemanfaatannya untuk Hindari Rusaknya Gigi? Yuk Cek Penjelasannya - Flossing sesudah menggosok gigi dianjurkan beberapa orang serta ahli kesehatan untuk mengawasi kesehatan mulut dan gigi secara detail. Menggosok gigi saja memang kurang untuk menahan penyakit gusi serta rusaknya gigi, karena tidak dapat bersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. 

Apakah Flossing Sesudah Menyikat Ada Kemanfaatannya untuk Hindari Rusaknya Gigi? Yuk Cek Penjelasannya

Seperti di ketahui, bekas makanan yang tidak dibikin bersih akan memunculkan penimbunan plak pada gigi. Plak adalah bakteri yang melekat pada e-mail gigi, yang dipicu oleh karbohidrat yang kita makan. Bila dilewatkan menumpuk kelamaan, bakteri-bakteri ini akan mengakibatkan kerusakan permukaan gigi serta mengakibatkan gigi berlubang. 

Cara flossing pertamakali dikenalkan oleh seseorang dokter gigi asal New Orleans, Levi Spear Parmly. Ia mereferensikan pemakaian benang sutera untuk bersihkan sela-sela gigi pada 1815. Beberapa riset menunjukkan jika flossing dapat kurangi penimbunan plak di sela-sela gigi serta batas pada e-mail gigi serta gusi. Tetapi cukuplah efektifkah menahan resiko pengeroposan gigi serta gingivitis atau radang gusi? 

Dapat ya, dapat tidak. Riset yang diterbitkan oleh Cochrane Collaboration pada 2012 mengutarakan, flossing dapat menolong meminimalkan rusaknya gigi pada anak-anak, tetapi buat orang dewasa, pencegahannya mungkin saja dikit susah. Riset itu ambil sample pada 12 orang, di mana responden yang semua orang dewasa dikasihkan dua pilihan. Menggosok gigi mereka seperti biasa, atau meningkatkan satu lagi ritual bersihkan gigi dengan flossing. Akhirnya nyatanya tidaklah terlalu mempesona. Beberapa periset temukan ada plak yang menyusut akan tetapi banyaknya cuma dikit. 

“Kami tidak bisa temukan ada keuntungan yang berarti dari lakukan flossing plus sikat gigi, ” demikian yang tercatat dalam laporan Cochrane Collaboration, seperti diambil dari BBC. 

Hasil dari riset serta laporan itu dapat diambil kesimpulan jika kita harus tetap rajin memeriksakan gigi ke dokter spesialis, minimum enam bulan sekali supaya bisa tahu rusaknya gigi semenjak awal, hingga dapat diatasi lebih awal. Semestinya Anda juga teratur bersihkan plak yang bersarang di sela-sela gigi ke dokter atau klinik gigi, sekurang-kurangnya satu tahun sekali. 

Lantas apa flossing tidak ada fungsinya serta tak perlu dikerjakan? Anda dapat masih flossing gigi sehari-hari, karena menurut riset, flossing masih ada faedahnya. Flossing dapat kurangi resiko gigi berlubang serta radang gusi seputar 8 %. Bersihkan gigi dengan dental floss juga mesti dikerjakan lewat cara yang benar. Dental floss adalah benang tipis serta halus yang terbuat dari nilon atau plastik. Bila tidak pas memakainya, malah dapat melukai gusi. Berikut langkah yang benar flossing gigi, seperti diambil dari NHS. 

1. Potong dental floss jadi selama seputar 45 cm, lantas lilitkan pada jari tengah ke-2 tangan. 
2. Pegang dental floss memakai ibu jari serta jari telunjuk pada semasing tangan. Jarak pada ke-2 tangan mesti seputar 2, 5 – 5 cm. Lantas lantas tarik untuk mengencangkan dental floss hingga Anda dapat memasukkan diantara dua gigi. 
3. Kerjakan pergerakan ke atas serta bawah sekalian memutar dengan perlahan-lahan. Langkah tersebut akan bersihkan sela-sela gigi sekaligus juga garis batas pada gigi serta gusi. Kerjakan dengan perlahan-lahan supaya tidak melukai gusi. Ulangilah pada sela gigi yang lain, serta janganlah lupa untuk mem-flossing juga sisi belakang gigi. 
4. Kemudian berkumur untuk singkirkan sisa-sisa makanan serta plak.

No comments:

Post a Comment