Saturday, August 4, 2018

Awas! Jangan Kalap Santap Makanan Waktu Buka Puasa, Waspadai Gara-gara yang Diakibatkan Ini

Awas! Jangan Kalap Santap Makanan Waktu Buka Puasa, Waspadai Gara-gara yang Diakibatkan Ini - Tidak hanya menjadi keharusan melaksanakan ibadah buat umat Islam, puasa satu bulan penuh sebetulnya adalah salah satunya langkah detoksifikasi. Badan ‘diistirahatkan’ dari makan terlalu berlebih yang tinggi kalori dan lemak, hingga skema pencernaan jadi lebih baik. Tidak hanya untuk kesehatan, puasa dapat juga menolong turunkan berat tubuh berlebihan. 

Awas! Jangan Kalap Santap Makanan Waktu Buka Puasa, Waspadai Gara-gara yang Diakibatkan Ini

Akan tetapi fakta yang berlangsung, malah beberapa orang yang berat badannya makin bertambah bahkan juga punya potensi alami beberapa masalah kesehatan dari mulai yang mudah sampai serius. Sebabnya, tidak lainnya karena alur makan saat berpuasa condong tidak sehat. 

Biasanya orang Indonesia lebih pilih berbuka dengan gorengan daripada buah fresh, kolak daripada kurma, es campur dibanding air putih bahkan juga beberapa membatalkan puasanya dengan sepiring nasi komplet dengan lauknya. Belum juga beberapa type es, makanan manis atau makanan dengan kandungan garam serta gula tinggi. 

Mendekati Hari Raya, alur makan dapat makin tidak termonitor. Ketupat, opor ayam, sambal goreng hati, gulai, rendang, semua makanan berlemak serta berkolesterol tinggi yang tersaji di meja. Jarang kita temukan lalapan, sayur bening atau hidangan sayuran lainnya waktu Lebaran. Janganlah terlewat juga kue-kue kering serta basah, dodol, cake, dan penganan manis yang lain. 

Alur makan itu membuat beberapa orang condong konsumsi semakin banyak gula daripada bulan-bulan umumnya. Konsumsi gula tidak sebatas dari makanan manis serta gula pasir. Tetapi gula dapat juga hadir dari karbohidrat seperti nasi, mie, tepung juga buah. Dapat dipikirkan, berapakah banyak gula yang dikonsumsi saat 29 atau 30 hari menggerakkan puasa. Akibatnya karena mengkonsumsi gula terlalu berlebih juga cukuplah mencemaskan. 

“Akibatnya tidak langsung bisa ya. Tetapi kalaupun berat tubuh makin bertambah sesudah puasa tentu dia terlalu berlebih cocok buka puasanya. Makan malam serta sahur kebanyakan serta tentu dia kebanyakan makan manis serta karbohidrat, ” jelas ahli gizi Prof. Dr. Hardinsyah, MS., waktu dihubungi Wolipop lewat telephone, Kamis (10/7/2014). 

Tidak hanya kegemukan, efek yang dapat muncul dalam periode panjang dapat lebih serius lagi. Ahli gizi lulusan University of Queensland, Australia yang akrab dipanggil Hardin ini menjelaskan mengkonsumsi makanan manis yang terlalu berlebih juga punya potensi tingkatkan resiko penyakit diabetes. Waktu seorang terus-terusan makan manis, sesaat insulin jadi tidak peka serta tidak dapat lagi merubah glukosa jadi lemak, gula akan bertumpuk didalam darah yang pada akhirnya mengakibatkan kencing manis atau diabetes. 

“Kalau telah diabetes pintu gerbang ke semua penyakit terbuka. Dari hipertensi, hiperkolesterol, jantung, runtutannya banyak, ” kata ketua umum PERGIZI PANGAN Indonesia ini. 

Seirama dengan Hardin, dokter gizi dr. Johannes Chandrawinata, SpKG juga menyampaikan, kebanyakan mengkonsumsi gula bukan sekedar mengakibatkan diabetes tetapi juga penyakit yang lain. Trigliserilda atau lemak dalam darah dapat bertambah yang dapat menyebabkan asam urat juga bertambah. Asam urat tinggi punya potensi mengakibatkan ngilu sendi bahkan juga batu ginjal. 

Oleh karena itu begitu terpenting untuk membatasi mengkonsumsi gula, baik waktu bulan puasa ataupun bulan-bulan yang lain. Saran dari Kementerian Kesehatan, mengkonsumsi gula (pada seorang dengan keadaan badan sehat) semestinya tidak lebih dari 50 gr. Jumlahnya itu sama dengan empat sendok makan per orang satu hari.

No comments:

Post a Comment