Thursday, August 2, 2018

Fakta Atau Mitos Madu Lebih Baik Untuk Kesehatan dari Pada Gula Pasir?

Fakta Atau Mitos Madu Lebih Baik Untuk Kesehatan dari Pada Gula Pasir? - Madu seringkali jadikan menjadi pemanis yang lebih sehat daripada gula pasir. Bila dibanding dengan gula pasir atau gula cair yang sudah banyak lewat tingkatan proses dalam membuatnya, madu alami memang jadi pilihan yang lebih baik. 

Fakta Atau Mitos Madu Lebih Baik Untuk Kesehatan dari Pada Gula Pasir?

Karena adalah intisari alami yang dibuat secara langsung oleh alam, beberapa orang memandang madu menjadi ‘makanan super’ yang tinggi nutrisi. Tetapi apakah benar madu sesehat yang diakui orang sampai kini? 

Madu memang berlainan dengan gula pasir, gula cair atau gula batu disaksikan dari kandungannya. Gula yang banyak dipakai sekarang ini termasuk juga type sukrosa yang diolah oleh insulin. Pankreas adalah organ yang bekerja menghasilkan hormon ini. Sesaat madu 55 prosentasenya merupakan fruktosa, type gula yang sama yang ada pada buah. Saat masuk ke pada tubuh fruktosa akan diolah oleh liver. 

Yang butuh dilihat, walau type gula pada madu serta gula pasir berlainan namun masih tetap memunculkan dampak yang sama pada badan yakni saling meningkatkan kandungan gula dalam darah dengan mencolok. Saat kandungan gula naik karena itu pankreas akan menghasilkan insulin yang menyebabkan badan menaruh keunggulan lemak serta pada akhirnya berat tubuh juga naik. 

Saat dikonsumsi terlalu berlebih, produk yang memiliki kandungan fruktosa dapat tingkatkan peluang obesitas, masalah jantung serta penyakit liver. Sama dengan yang berlangsung saat konsumsi gula olahan. Ditambah lagi gula type fruktosa dapat juga mengikis kandungan mineral terpenting didalam badan. 

Tidak cuma fruktosa yang terdapat dalam madu, tetapi juga type gula yang lain. Diterangkan ahli nutrisi dr. Johannes Chandrawinata, SpKG, ada tiga type gula yang terdapat dalam madu yakni sukrosa, fruktosa serta glukosa. Sukrosa sendiri adalah gabungan dari dua jenis gula, glukosa serta fruktosa. 

Jadi dapat dipikirkan konsentrasi gula pada madu yang mungkin saja tambah lebih tinggi daripada gula olahan. Diluar itu madu juga tinggi kalori. Satu sendok teh madu memiliki kandungan seputar 22 kalori sesaat gula pasir atau cair seputar 16 kalori per satu sendok teh. 

“Sebenarnya sama juga seperti gula pasir, ” lebih dr. Johannes. 

Lantas bagaimana dengan kandungan nutrisi didalam madu yang banyak ‘dielu-elukan’ orang? Menurut terapis gizi Ian Marber seperti diambil dari Daily Mail, madu memang mempunyai beberapa vitamin serta mineral seperti niacin, riboflavin, thiamine serta vitamin B6. Akan tetapi banyaknya cuma seputar dua % dari keseluruhnya kandungan pada madu. Prosentase gula lah yang semakin banyak daripada nutrisinya. 

Jadi apa madu sebetulnya merupakan ‘musuh’ buat kesehatan badan serta semestinya tidak dikonsumsi? Tidak selamanya. Bagaimanapun juga badan masih membutuhkan gula menjadi penambahan daya cuma saja konsumsinya mesti dibatasi. Keunggulan gula akan tidak memberikan faedah apapun buat badan tetapi malah dapat membawa efek jelek. 

World Health Organisation mereferensikan mengkonsumsi gula tidak lebih dari enam sendok teh /hari. Jumlahnya itu dapat datang dari karbohidrat, gula pasir, gula cair, gula pada buah-buahan juga gula dari madu.

No comments:

Post a Comment