Wednesday, August 1, 2018

Fakta Atau Mitos? Makanan yang Jatuh Belum 5 Menit Apakah Masih Aman Dikonsumsi Untuk Kesehatan

Fakta Atau Mitos? Makanan yang Jatuh Belum 5 Menit Apakah Masih Aman Dikonsumsi Untuk Kesehatan - Banyak mitos sekitar kesehatan yang tersebar serta diakui beberapa orang. Walau sebenarnya belumlah pasti itu benar, serta beberapa mungkin saja masih juga dalam step riset untuk menunjukkan akurasinya. Inilah mitos-mitos kesehatan sangat umum yang butuh di-update lagi kebenaran infonya. 

Fakta Atau Mitos? Makanan yang Jatuh Belum 5 Menit Apakah Masih Aman Dikonsumsi Untuk Kesehatan

1. Memeretakkan Jari Dapat Sebabkan Radang Sendi 
Waktu capek atau pegal, orang umumnya meretakkan jari jemari hingga memunculkan nada seperti tulang retak. Rutinitas ini dipandang dapat menyebabkan terjadinya radang sendi atau tulang ringkih. Memeretakkan jari mungkin saja dapat membuat orang di seputar terasa terganggu dengan suaranya serta kadang membuat persendian merasa sakit. Tetapi belumlah ada yang dapat menunjukkan dengan ilmiah jika kegiatan ini dapat mengakibatkan radang sendi atau arthritis. Radang sendiri adalah keadaan di mana persendian merasa sakit dan ngilu saat digerakkan serta umumnya dikarenakan oleh pengapuran tulang atau peradangan otot karena kegiatan fisik sangat berat. 

2. Belumlah Lima Detik, Makanan yang Jatuh Aman untuk Dimakan 
Beberapa dari Anda mungkin saja tidaklah terlalu asing dengan asumsi ini. Saat belumlah lima detik, makanan yang terjatuh ke lantai atau tanah termasuk aman karena belum terkontaminasi oleh bakteri atau kuman. Nyatanya asumsi ini salah besar. Untuk memberikan bukti, beberapa periset mengecek makanan yang sudah jatuh di lantai. Sesudah dianalisa, makanan itu nyatanya ‘menjemput’ beberapa bakteri dalam jumlahnya besar. 

3. Permen Karet yang Tertelan Akan Melekat di Perut 
Permen karet jangan pernah tertelan, kelak akan menempuk selalu di perut! Demikianlah asumsi yang banyak diakui orang. Walau sebenarnya badan kita cukuplah pandai serta dapat memperbedakan mana objek yang dapat diolah serta mana yang tidak. Waktu tertelan, permen karet akan dibawa oleh cairan badan melalui usus serta akan keluar melalui faeces dalam beberapa waktu. Walau permen karet susah dihancurkan oleh skema pencernaan, kemungkinannya begitu kecil mengakibatkan permasalahan pada perut. Tetapi lainnya masalah bila Anda kunyah serta menelan permen karet sehari-hari karena dalam jumlahnya banyak, permen karet mungkin menumpuk didalam usus serta menghambat proses pencernaan makanan. 

4. Minum Alkohol Menghangatkan Tubuh 
Waktu musim dingin, dianjurkan minum minuman mengandung alkohol seperti whisky, wine, soju atau sake dalam jumlahnya kecil karena dapat menghangatkan. Minuman mengandung alkohol memang memunculkan sensasi hangat didalam. Tetapi itu lebih karena darah mengalir lebih cepat menuju bawah kulit serta menjauhi organ internal. Sensasi hangat yang dirasa juga cuma sesaat serta malah akan membuat suhu badan lebih rendah bila tidak diminum lagi. 

5. Hawa Dingin Membuat Anda Ringan Sakit 
Tidak selamanya serta bergantung keadaan badan semasing orang. Beberapa periset temukan jika orang yang ada di hawa dingin tak akan ringan terkena penyakit saat memenuhi nutrisi dengan benar serta kenakan pakaian dingin yang pas. Orang ringan sakit waktu dingin karena mereka condong lebih pilih diam didalam rumah dengan pintu serta jendela yang tertutup rapat. Tidak ada ventilasi serta pertukaran hawa berikut yang membuat orang ringan sakit. Jadi bukan hanya karena hawa dinginnya. Walau demikian, tidak dianjurkan juga untuk kelamaan ada di hawa dingin ditambah lagi waktu turun salju karena berisiko mimisan atau terserang hipotermia. 

6. Makan Pedas Dapat Sebabkan Radang Usus 
Makanan pedas bukan pemicu utama radang usus, tetapi bakteri yang dimaksud heliobacter pylori. Stres, rokok serta minuman mengandung alkohol dapat juga tingkatkan resiko radang usus. Konsumsi makanan pedas akan jadi parah tanda-tanda radang usus, tetapi bukan pemicu utamanya.

No comments:

Post a Comment