Sunday, August 5, 2018

Fakta Mengejudka! Pelukan Tidak Cuma Menyamankan, Tetapi Juga Ampuh Menguatkan Otot

Fakta Mengejudka! Pelukan Tidak Cuma Menyamankan, Tetapi Juga Ampuh Menguatkan Otot - Pelukan menjadi bentuk ungkapan perasaan sayang bukan sekedar dapat membuat perasaan jadi nyaman. Dengan memperoleh pelukan dari orang dekat, dapat tingkatkan kesehatan tulang, perlambat otot yang lemah karena umur yang menua bahkan juga menahan obesitas. 

Fakta Mengejudka! Pelukan Tidak Cuma Menyamankan, Tetapi Juga Ampuh Menguatkan Otot

Waktu berpelukan badan akan menghasilkan hormon oksitosin, yang dilepaskan menjadi tanggapan dari sentuhan fisik. Hormon ini tidak hanya memunculkan perasaan nyaman serta bahagia nyatanya juga menolong melakukan perbaikan rusaknya otot. 

Hormon oksitosin sudah lama dipakai untuk proses induksi pada wanita hamil waktu akan melahirkan. Tetapi studi yang dikerjakan oleh University of California tunjukkan jika hormon ini dapat berguna perlambat terjadinya rusaknya otot. 

Oksitosin sering dikaitkan dengan hormon yang merubah alur pengasuhan ibu, keterikatan sosial, kelahiran bayi serta sex. Hormon ini dapat terpenting untuk mengawasi kesehatan dan pemulihan otot saat cedera atau saat otot melemah, terpenting pada seorang lansia (lanjut usia). Level oksitosin cukuplah tinggi pada anak-anak, akan tetapi bersamaan menambahnya umur hormon ini akan alami penurunan. Walau sebenarnya, oksitosin masih dibutuhkan sampai tua untuk mengawasi jaringan badan masih sehat. 

Tidak hanya therapy hormon, seperti yang sudah dijelaskan awal mulanya, produksi oksitosin dapat juga didapatkan dengan sama-sama berpelukan. Tidak cuma menolong memperkuat tulang serta otot, pelukan berguna juga mengawasi kesehatan keseluruhannya. Diantaranya kurangi stres atau masalah mental yang lain. 

Berdasar pada riset dari University of North Carolina, Amerika Serikat, pelukan dapat turunkan kandungan hormon stres (kortisol). Dalam suatu riset yang di pimpin oleh psikolog Dr Karen Grewen pada 38 pasangan, di ketahui pasangan yang berpelukan saat 20 detik kandungan kortisolnya jadi rendah serta oksitosin bertambah. 

“Efeknya berlangsung lebih berarti pada wanita. Faedah pelukan juga kurangi kemampuan penyakit jantung, ” jelas Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm Psychologist yang penulis buku ‘The Miracle of Hug. ’ 

Melly juga menjelaskan, pelukan yang dikasihkan pada seorang dengan keadaan badan tidak sehat, kebal tubuhnya akan bertambah. Bahkan juga dalam buku ‘The Hug Therapy’ karangan Kathleen Keating, dijelaskan jika 4x pelukan dalam satu hari dapat menjaga hidup lebih lama. 

“Menurut riset yang dijelaskan oleh Kathleen Keating, 4x pelukan dapat menjaga hidup. Delapan kali satu hari membuat hidup lebih sehat. 12 kali pelukan untuk kesehatan sekaligus juga kebahagiaan, ” papar psikolog lulusan Kampus Muhammadiyah Malang ini.

No comments:

Post a Comment