Tuesday, August 7, 2018

Luar Biasa! Tangis Pecah Kisah Pria Tuna Netra Sukses Ikut 17 Kali Maraton Yang Menggemparkan Dunia

Luar Biasa! Tangis Pecah Kisah Pria Tuna Netra Sukses Ikut 17 Kali Maraton Yang Menggemparkan Dunia - Mempunyai kekurangan fisik tidak dapat lihat bukan jadi penghambat untuk Richard Bernstein beraktivitas berolahraga favoritnya yakni lari. Sampai sekarang ini pria 40 tahun itu telah 17 kali ikuti maraton serta triatlon. Maraton yang dikerjakannya itu tidak cuma sebatas untuk menyehatkan tubuhnya, tetapi ada satu arah yang ingin diraihnya untuk kesejahteraan beberapa penyandang disabilitas. 

Luar Biasa! Tangis Pecah Kisah Pria Tuna Netra Sukses Ikut 17 Kali Maraton Yang Menggemparkan Dunia

Setiap harinya, Richard profesinya menjadi pengacara. Dia sering mengatasi masalah yang memperjuangkan hak penyandang disabilitas. Berbasiskan di Detroit, Amerika Serikat, dia banyak ikut serta pada kasus-kasus hukum berkaitan perjuangan hak itu. Kasus-kasunya itu banyak yang beresiko ke semua negeri. Diantaranya merupakan saat Detroit mesti melakukan perbaikan serta membuat lift spesial untuk pemakai kursi roda di bus umum. 

“Apa yang berlangsung di kota tempatku tinggal di Detroit, beberapa orang disabilitas, terutamanya beberapa veteran, tidak dapat memakai bus umu. Bukan lagi hal biasa buat mereka memakan waktu selama sore di terminal bus. Seputar 50% bus yang beroperasi lift spesial untuk pemakai kursi rodanya rusak, ” tuturnya seperti diambil ABC.  

Richard begitu prihatin karena lift spesial untuk pemakai kursi roda ini tidak dirawat serta dipakai menjadi harusnya. Dia mengharap pemerintah dapat menyiapkan lift itu tidak cuma di Detroit tetapi juga di semua negara sisi di Amerika Serikat. 

Selanjutnya Richard mengatakan kekecewaannya pada pemerintah yang masih tetap tidak memerhatikan kebutuhan penyandang disabilitas. Menurut dia walau biaya alami penurunan, semestinya biaya untuk penyediaan sarana masih ada. 

“Yang jadi pertanyaan merupakan, apa kalian sempat menyiapkan akses untuk penyandang disabilitas? Jawabannya merupakan apakah yang baik untuk penyandang disabilitas semestinya juga baik untuk kebanyakan orang, ” katanya. 

Baru saja ini Richard juga barusan memenangi masalah menantang University of Michigan. Dalam masalah itu, University of Michigan bangun lagi stadion football dengan cost US$ 350 juta. Akan tetapi dalam pembangunan itu pihak kampus berkeputusan akan tidak ikuti panduan dari Americans with Disabillities Act (ADA). Berarti stadion itu tidak dapat didatangi oleh penyandang disabilitas, terutamanya beberapa veteran. 

Masalah menantang University of Michigan itu bergulir saat lima tahun. Serta selanjutnya dimenangkan Richard atas nama Paralysed Veterans of America. Kampus itu bangun lagi stadion mereka serta lengkapi semua fasilitasnya sesuai dengan panduan ADA. Menurut Richard, sekarang stadion itu jadi contoh semua sarana komersial yang berada di Amerika Serikat.

No comments:

Post a Comment