Saturday, August 4, 2018

Mengapa Semakin Bertambah Usia Semakin Susah Tidur? Cek Penyebabnya Disini

Mengapa Semakin Bertambah Usia Semakin Susah Tidur? Cek Penyebabnya Disini - Tidur jadi salah satunya pekerjaan terpenting yang tentu dikerjakan oleh kebanyakan orang. Baiknya, jam tidur yang dibutuhkan merupakan tujuh sampai delapan jam sehari-harinya. Tapi, sudah jadi rahasia umum jika makin bertambah umur seorang, makin dikit jam tidur yang didapatkan. 

Mengapa Semakin Bertambah Usia Semakin Susah Tidur? Cek Penyebabnya Disini

Terdapat beberapa argumen jam tidur makin menyusut bersamaan bertambahnya usia. Sebabnya salah satunya dampak obat, desakan psikologis, waktu pensiun atau sebatas teori simpel yang mengatakan jika orang yang telah berusia memang cuma membutuhkan jam tidur lebih dikit. 

Suatu studi yang dikerjakan oleh team periset dari Beth Israel Deaconess Medical Center yang bekerja bersama dengan University of Toronto, Kanada menyampaikan, ada argumen kuat dibalik menyusutnya jam tidur ini yang terkait dengan pengetahuan neurologi dalam bagian kedokteran. Argumen yang diterangkan merupakan terdapatnya sekumpulan neuron atau beberapa sel saraf yang berkaitan untuk mengontrol pola tidur. Dalam arti kedokteran umumnya dimaksud dengan nukleus preoptic ventrolateral. Beberapa sel saraf ini perlahan jadi tidak berperan bersamaan dengan menambahnya umur. 

“Semakin banyak Anda kehilangan sel saraf ini karena penuaan, makin susah waktu untuk tidur, ” jelas Clifford Saper, M. D., Ph. D. sebagai pimpinan dari pengetahuan neurologi di Beth Israel Deaconess Medical Center. 

Profesor Clifford mencacat jika saat beberapa orang masuk umur 70-an, mereka biasanya tidur satu 1/2 jam lebih dikit dari yang umumnya dikerjakan di umur 20-an. “Mereka tidak terasa beristirahat. Mereka bangun karena meresa tidak dapat tidur lebih lama lagi, tapi mereka masih terasa capek di siang hari. Keadaan semacam ini biasa dimaksud insomnia akut, ” tuturnya. 

Penemuan yang sudah diterbitkan dalam jurnal Brain ini, profesor Clifford juga mengkaitkan matinya beberapa sel saraf yang jadikan jam tidur terganggu. Hal seperti ini diuji-coba oleh tikus eksperimen di laboratium serta temukan jika hewan yang tidak mempunyai beberapa sel saraf rawan terserang insomnia. 

Eksperimen inipun diaplikasikan pada beberapa manusia. Dia mempelajari hampir dari seribu responden yang alami penurunan daya ingat serta penuaan. Menjadi sisi dari riset, beberapa responden sudah sepakat untuk menggunakan piranti riset seukuran arloji saat 7 sampai 10 hari, tiap-tiap dua tahun sekali, untuk merekam semua pekerjaan mereka. Responden juga sepakat, saat meninggal dunia, otak mereka akan didonasikan untuk kebutuhan riset. 

Setelah itu, profesor Clifford pilih 45 buah otak untuk dicheck berdasar pada keutuhan beberapa sel saraf. Pertama yang ia kerjakan merupakan memberikan sinyal dibagian otak untuk temukan inti sel saraf, yang letaknya persis sama dengan sisi otak hewan eksperimen. Lantas ia menghubungkan beberapa sel saraf yang diketemukan dibagian otak untuk mengumpulkan data dari pekerjaan yang dikerjakan di tahun paling akhir responden hidup. Profesor Clifford temukan makin banyak beberapa sel saraf yang dipunyai, makin seringkali orang memiliki waktu untuk tidur. Beberapa orang yang memiliki jam tidur lebih lama memiliki beberapa sel saraf lebih dari 6. 000. 

Penemuan lainnya yang terpenting dari riset ini merupakan, jalinan pada beberapa sel saraf serta jam tidur yang dikit diketemukan pada seorang yang wafat dengan penyakit alzheimer. “Sangat mengagetkan jika beberapa orang yang menderita penyakit alzheimer kehilangan beberapa sel saraf secara cepat. Mereka memiliki lebih dikit beberapa sel saraf serta jam tidur yang dipunyai juga terganggu, ” jelas guru besar pengetahuan neurologi di University of Toronto ini. 

Selanjutnya ia menyampaikan jika penemuannya ini dapat jadi kunci untuk mencari tahu bagaimanakah cara menjaga pasien yang menanggung derita penyakit alzheimer supaya bisa dirawat didalam rumah dengan bagian keluarga. “Jika kita bisa meningkatkan obat yang bisa menolong pasien alzheimer untuk tidur tanpa terjatuh, mereka tak perlu dirawat di panti jompo, ” katanya lagi.

No comments:

Post a Comment