Sunday, August 5, 2018

Mengenaskan! Jolie Effect Berkeinginan Operasi Angkat Payudara untuk Hindari Kanker Meningkat

Mengenaskan! Jolie Effect Berkeinginan Operasi Angkat Payudara untuk Hindari Kanker Meningkat - Langkah yang dikerjakan Angelina Jolie melakukan prosedur mastektomi ganda atau pengangkatan ke-2 payudaranya menggerakkan wanita untuk lakukan hal sama. Penelitian menunjukkan Jolie effect membuat keinginan operasi mastektomi makin bertambah. 

Mengenaskan! Jolie Effect Berkeinginan Operasi Angkat Payudara untuk Hindari Kanker Meningkat

Dalam artikel berjudul My Health Choice yang diedarkan di New York Times pada Mei 2013, Angelina Jolie menuturkan argumen mengapa dianya akan memutus mengusung dua payudaranya. Argumen paling penting merupakan karena ibunya sempat berjuang menantang kanker sampai wafat di umur 56 tahun. Jolie begitu sadar kalaupun penyakit kanker payudara ini dapat alami penurunan. 

Dengan menggerakkan operasi pengangkatan payudara ini Jolie turunkan resiko itu. Menurut sang aktris, berdasar pada info dokter, dia awalannya 87% berisiko terserang kanker payudara serta 50% berisiko terserang kanker ovarium. Sesudah operasi, resiko itu alami penurunan jadi kurang dari 5%. 

Penelitian yang dikerjakan oleh ilmuwan Amerika Serikat serta diedarkan di jurnal JAMA Surgery menuturkan tentang Jolie effect. Dari penelitian di ketahui, berlangsung penambahan seputar 12, 5% pada prosedur mastektomi ganda sesudah Jolie lakukan operasi sama pada awal 2013. Riset juga mengutarakan ada 18% responden yang memperhitungkan untuk lakukan pengangkatan pada ke-2 payudara. 

Riset yang dikerjakan pada 1. 447 wanita yang melakukan penyembuhan kanker payudara itu memaparkan kenyataan lainnya jika ada hampir 8% responden yang telah melakukan operasi mastektomi ganda untuk turunkan resiko meluasnya kanker. Akan tetapi berlainan dengan Jolie yang lakukan mastektomi karena mempunyai gen yang membuatnya berisiko besar terserang kanker, beberapa wanita itu sebetulnya tidak mempunyai aspek resiko yang sama. 69% wanita yang melakukan mastektomi pada payudara yang tidak terserang kanker sebetulnya tidak mempunyai aspek genetis. 

Pimpinan penelitian ini Dr Sarah Hawley dari Kampus Michigan menyayangkan langkah wanita yang lakukan mastektomi ganda walaupun sebetulnya tidak mempunyai resiko genetis terserang kanker seperti Jolie. “Mengangkat payudara yang tidak terserang kanker akan tidak turunkan resiko kambuh lagi kanker di payudara yang awal mulanya telah terserang, ” katanya. 

“Untuk wanita yang tidak mempunyai aspek genetis lumayan besar, kami memiliki pendapat semestinya tidak mengusung payudara yang belumlah terserang kanker, ” lebih Dr Sarah seperti diambil CNN. 

Lalu mengapa wanita yang sebetulnya cuma terserang kanker pada satu payudara, pilih mengusung juga payudara satunya yang sebetulnya sehat? Dari riset Dr Sarah serta timnya di ketahui, beberapa pasien ini cemas kanker akan menebar ke payudara yang masih tetap sehat itu. Walau demikian, Dr Sarah memberikan keyakinan rata-rata pasien kanker payudara baik itu yang mempunyai mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 maupun miliki aspek genetis seperti Jolie, resiko timbulnya kanker baru di payudara yang sehat sebetulnya cuma 1%.

No comments:

Post a Comment