Wednesday, August 1, 2018

Menurut Pakar! Janganlah Mainkan Smartphone dengan Kepala Tetap Tertunduk, Ini Resiko Bahayanya

Menurut Pakar! Janganlah Mainkan Smartphone dengan Kepala Tetap Tertunduk, Ini Resiko Bahayanya - Di masa internet serta dunia digital, beberapa orang yang sekarang tidak dapat terlepas dari smartphone mereka. Searching, chatting on-line, ber-social media atau berbelanja on-line seolah telah jadi ‘makanan’ keseharian yang mustahil terlewati. 

Menurut Pakar! Janganlah Mainkan Smartphone dengan Kepala Tetap Tertunduk, Ini Resiko Bahayanya

Pergantian tingkah laku manusia yang sekarang ketergantungan dengan smartphone, tablet atau bermacam gadget yang lain nyatanya berimbas jelek pada kesehatan badan terpenting tulang. Hasil studi yang dimuat dalam jurnal Surgical Technology International mengutarakan jika memandang smartphone terus-terusan dapat meningkatkan beban desakan sampai 27 kg pada tulang belakang. 

Hal tersebut berlangsung karena waktu memandang atau mainkan smartphone, kepala condong menunduk serta makin rendah atau tajam derajat kemiringannya, beban yang perlu didukung tulang belakang akan makin besar. 

Menurut studi itu seperti diambil dari Women’s Health, orang rata-rata memakan waktu dua sampai empat jam satu hari ‘membenamkan’ kepala mereka pada smartphone. Kepala menunduk, leher menekuk serta pundak dan punggung yang menyerong ke depan jadi postur yang sangat umum pada pengguna smartphone. Postur seperti berikut yang dapat memunculkan efek negatif pada leher serta punggung Anda. 

Kepala orang dewasa rata-rata mempunyai berat 4, 5 kg sampai 5, 5 kg. Itu beban desakan yang didukung tulang belakang waktu Anda berdiri dengan postur tegak serta prima. Akan tetapi waktu Anda memiringkan kepala ke depan, desakan pada tulang belakang akan bertambah. 

Cuma tundukkan kepala 15 derajat saja telah meningkatkan beban jadi 12 kg ; kemiringan kepala 30 derajat, beban pada tulang belakang jadi 18 kg apabila telah sangat miring sampai 60 derajat, jadi desakan yang dihadapi tulang belakang bertambah sampai 27 kg. 

Pikirkan bila ini berlangsung terus-terusan, dalam waktu yang lama serta sehari-hari. Bukan sekedar mengakibatkan sakit pada leher tetapi juga meningkatkan desakan pada otot, tendon serta ligamen. Mengakibatkan badan merasa kerap pegal-pegal, postur tidak prima serta bukan mustahil berlangsung kerapuhan tulang di umur senja. 

Lantas, apa kita, penduduk perkotaan yang telah kecanduan gadget mesti ikhlas hidup tanpa smartphone? Rasa-rasanya mustahil. Tetapi Anda dapat meminimalkan efek negatifnya. Yakinkan postur badan tetap prima waktu Anda menjalankan smartphone serta buat jadi itu menjadi rutinitas. 

Postur badan prima merupakan waktu telinga sejajar dengan pundak, serta pundak ada pada tempat netral sebutan lain tegak. Genggam smartphone setinggi dada untuk menahan kepala menunduk dengan tidak sadar. Cukuplah lewat cara simpel ini, Anda akan terlepas dari permasalahan persendian leher serta tulang belakang serius 20 tahun ke depan.

No comments:

Post a Comment