Wednesday, August 1, 2018

Viral Aneh! Wanita Ini Akan Menanggung derita Bila Ada Di Tempat Yang ber-Wifi dan Sinyal Elektronik

Viral Aneh! Wanita Ini Akan Menanggung derita Bila Ada Di Tempat Yang ber-Wifi dan Sinyal Elektronik - Sekarang ini, ketergantungan orang pada internet membuat kedatangan WiFi begitu di cari. Akan tetapi tidak dengan wanita asal Inggris satu ini. Wanita berumur 63 tahun bernama Mary Coales itu tidak ingin pergi ke beberapa tempat umum yang mempunyai sarana WiFi. Dapat disebut ia begitu alergi dengan jaringan internet tanpa kabel itu. Ketika pertemuan terpenting seperti ingin mendatangi dokter juga ia mesti menanti gilirannya diluar rumah sakit supaya tidak terlalu lama ada di ruang ber-WiFI. Kenapa demikian? 

Viral Aneh! Wanita Ini Akan Menanggung derita Bila Ada Di Tempat Yang ber-Wifi dan Sinyal Elektronik

Mary nyatanya adalah salah satunya orang yang mempunyai sindrom langka bernama Electromagnetic Hypersensitivity intolerance Syndrome (EHS). Yang bermakna wanita lulusan Cambridge University itu akan menanggung derita sakit bila terserang radiasi dari alat elektronik. Mary yang disebut bekas staff penerbangan itu sering rasakan sakit yang tidak tertahankan pada ruang mulut saat terkena tanda elektronik. Dengan adanya banyak orang yang membawa telephone genggam dan tempat yang menempatkan WiFi, Mary juga terasa begitu tersiksa. Ia jadi tidak dapat pergi ke sembarang tempat tidak hanya ke rumah rekan yang WiFi-nya dapat dimatikan. 

Membuat perlindungan dari dari WiFi dan tanda yang membahayakan, Mary memakai suatu atasan yang terbuat dari kain tipis berwarna silver dan material polyamide. Baju itu juga ia namakan Aaronia Shield. Seringkali, baju itu tampak aneh buat orang asing yang berpapasan dengannya di jalan. Akan tetapi ia harus mesti kenakan pakaian itu untuk bertahan hidup. 

“Sebelum saya terserang EHS di tahun 2012, saya tidak yakin penyakit ini ada. Tapi sakit yang saya derikan begitu riil. Yang sangat kronis, saya terasa begitu ngilu didalam mulut, ” papar Mary pada Daily Mail. 

Waktu sindrom ini dibawa ke rumah sakit, dokter juga tidak tahu apakah yang perlu dikerjakan. Mujur, Mary berteman dengan komune ElectroSensitivity UK yang mempunyai 1000 anggota. Ia juga banyak dikasihkan banyak pendapat, seperti ganti lampu tabung fluorescent umum dengan lampu pijar tua atau lampu halogen yang lebih dikit radiasinya. Mary harus juga ganti tambalan logam dari giginya serta konsumsi makanan sehat. 

“Aku mesti tinggalkan beberapa hal yang saya gemari, terpenting tour keliling kota London. ” lebih Mary. 

Sayangnya banyak negara yang belumlah mengakui EHS menjadi suatu keadaan medis, termasuk juga Inggris. Penyakit ini diidap oleh 5% populasi dunia atau seputar tiga juta orang serta mulai makin banyak terkena. Sakit yang dihadapi pengidap EHS dapat berbagai macam dari mulai sakit kepala, mual, atau kesusahan bernapas. Sebagian pengidap EHS juga yakin jika WiFi dan radiasi dari alat-alat elektronik itu dapat mengakibatkan kanker, penurunan imun, dan kelainan neurologis dalam periode panjang.

No comments:

Post a Comment