Sunday, August 5, 2018

Waspadai, Ternyata Kurang Terkena Cahaya Matahari Waktu Bekerja Bisa Menyebabkan Terserang Masalah Tidur Lho!

Waspadai, Ternyata Kurang Terkena Cahaya Matahari Waktu Bekerja Bisa Menyebabkan Terserang Masalah Tidur Lho! - Lupakan minum susu, air hangat atau membaca buku sebelum tidur. Rahasia sebetulnya untuk memperoleh tidur yang pulas merupakan tempat Anda bekerja. 

Waspadai, Ternyata Kurang Terkena Cahaya Matahari Waktu Bekerja Bisa Menyebabkan Terserang Masalah Tidur Lho!

Penelitian paling baru tunjukkan jika karyawan yang bekerja di ruang minim jendela, atau ruang dengan cahaya matahari yang dikit rata-rata membutuhkan waktu 46 menit lebih lama untuk sukses tidur. Penelitian yang sudah diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine mengutarakan jika lingkungan kerja bertindak terpenting untuk mengatur siklus internal yang ada didalam badan. 

Periset menyampaikan jika ruangan kerja yang dibuat bertambah nyaman bisa tingkatkan kesehatan fisik serta mental beberapa pekerja. Stres, computer serta membawa pulang pekerjaan kantor ke rumah sering dipandang jadi pemicu minimnya kualitas tidur. 

Namun, pemicu utama dari minimnya tidur pada malam hari merupakan situasi hati yang jelek serta kurang konsentrasi. Minimnya tidur dengan terus-terusan bisa tingkatkan keadaan medis yang serius seperti kegemukan, penyakit jantung dan diabetes, bahkan juga bisa memperpendek keinginan hidup. 

Ruang dengan cahaya matahari yang cukuplah di ketahui begitu terpenting untuk mengatur irama badan serta siklus internal yang bisa memastikan jam tidur serta bangun pada pagi hari. Periset dari University of Illinois, Amerika Serikat bekerja bersama dengan Hwa-Hsia Institute of Technology di Taiwan untuk tahu pentingnya kehadiran jendela di ruangan kantor dalam menolong tingkatkan kualitas tidur. 

Periset mengambil 49 orang karyawan yang setengahnya memakan waktu di ruangan kerja yang minim jendela. Sedang bekas karyawan yang lain semakin banyak bekerja dengan sinar cahaya matahari yang terpancar lewat jendela ruangan kerja. Tiap-tiap karyawan juga dikasih pertanyaan tentang alur tidur, pekerjaan fisik serta pola hidup. 

Beberapa dari karyawan juga memakai arloji berteknologi tinggi untuk mengukur pencahayaan, ukuran kegiatan serta jam tidur atau bangun tidur. Dari hasil riset tunjukkan jika mereka yang bekerja di ruang minim sinar membutuhkan waktu 46 menit lebih lama untuk tertidur, daripada karyawan yang terserang sinar secara langsung. Karyawan yang memperoleh cukuplah sinar juga dilaporkan alami masalah tidur yang lebih dikit pada malam hari, daripada mereka yang kurang sinar di siang hari.

No comments:

Post a Comment