Saturday, August 4, 2018

Yuk Mengenal Lebih Dalam keputihan,ciri-Ciri, jenis, penyebab, dan cara mengatasi Keputihan

Yuk Mengenal Lebih Dalam keputihan,ciri-Ciri, jenis, penyebab, dan cara mengatasi Keputihan - Buat kaum hawa, arti keputihan atau vaginal discharge kelihatannya tidak asing lagi di telinga. Menurut data riset, sekitar 75% wanita di Indonesia sempat alami keputihan sekurang-kurangnya sekali dalam kehidupannya. Dalam dunia kedokteran, ada dua type keputihan, yakni keputihan normal serta tidak normal. 

Yuk Mengenal Lebih Dalam keputihan,ciri-Ciri, jenis, penyebab, dan cara mengatasi Keputihan

Salah satunya keunikan dari keputihan normal merupakan keluarnya lendir yang sifatnya encer serta tidak berwarna atau jernih. Dalam keputihan normal juga tidak ada beberapa gejala seperti gatal, panas, atau perih. 

Sedang demikian sebaliknya, beberapa gejala dari keputihan yang tidak normal merupakan lendir yang berwarna seperti putih susu, kekuningan atau kehijauan. Jika ada pergantian warna, umumnya dibarengi dengan juga perasaan gatal, perih, panas serta keluarkan berbau yang tidak enak. 

Dalam bincang-bincangnya bersama dengan Wolipop di kediamannya, Dr. M. Rezha Faisal, SpOG yang disebut spesialis kebidanan serta penyakit kandungan menyampaikan jika keputihan yang tidak normal termasuk juga dalam kelompok beresiko. Akan tetapi, semuanya tergantung pada pemicu keputihan seperti bakteri, jamur, parasit atau protozoa. Semestinya Anda tak perlu cemas, karena keputihan ini bisa diatasi lewat cara vaginal swab. 

“Vaginal swab itu ambil sample keputihan lantas dicheck di laboratorium serta di teliti sebabnya. Umumnya berbentuk bakteri, jamur, protozoa atau virus. Sesudah di ketahui sebabnya baru dapat diatasi, ” jelas Dr. Rezha pada Wolipop, Rabu (27/8/2014) 

Dokter kelahiran Palembang, 27 Mei 1978 ini dapat menyampaikan jika keputihan normal adalah proses alami hingga tidak membutuhkan obat untuk menyembuhkannya. Tapi lainnya perihal dengan keputihan yang tidak normal, sesudah tahu sumber sebabnya, baru kita bisa mengobatinya. 

Bila sebabnya bakteri atau protozoa, bisa minum obat antibiotik. Jika jamur sebagai sebabnya, bisa memakai obat anti jamur yang umumnya secara langsung dimasukkan atau dioles-oleskan ke vagina. 

Diluar itu ada juga obat gabungan pada anti jamur serta anti bakteri. Seperti yang diterangkan oleh Dr. Rezha, “Keputihan itu bukan hanya satu pemicu saja. Ada bakterinya juga, ada jamurnya juga, jadi multi aspek. Untuk menyembuhkan keputihan ini memang gampang-gampang susah. Kalaupun keputihan normal sangat lama seputar satu minggu atau dua minggu, sedang keputihan yang tidak normal butuh perlakuan yang lebih lama,? pungkas dokter tiga anak ini diakhir wawancara.

No comments:

Post a Comment